Padang, inioke.com–Wakil Bupati Sijunjung Arrival Boy akan menyiapkan pledoi terkait tuntutan hukuman 5 bulan penjara kepadanya atas perusakan Kantor DPD Partai Golkar Sumatra Barat pada 12 April 2018 lalu.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Padang, Selasa (14/7/2020), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pitria Erwina menyatakan terdakwa Arrival Boy melanggar Pasal 406 ayat 1 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Perbuatan terdakwa mengakibatkan kerusakan barang-barang inventaris DPD Golkar Provinsi Sumatera Barat. Terdakwa selaku Wakil Bupati Sijunjung dan Ketua DPD Golkar Kabupaten Sijunjung tidak memberikan suri tauladan yang baik dalam masyarakat,” ujar JPU Pitria Erwina, sebagaiman dikutip sumbarsatu.com (jaringan inioke.com).

Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan menyesali perbuatannya di persidangan. Terdakwa belum pernah dihukum, sudah mengganti kerusakan barang-barang inventaris DPD Partai Golkar Sumbar, dan terdakwa telah melakukan perdamaian dengan pengurus Partai Golkar yang baru sebagaimana surat dari DPD Partai Golkar Sumbar Nomor: 176/GKSB/6/ tanggal 2 Juni 2020.

Sidang tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua Ade Zulfina Sari dibantu Hakim Anggota Merry dan Khairuludin.

Baca juga :  Andani Ungkap Dua Permasalahan Penanganan Covid-19

“Saya akan menyiapkan pledoi berupa bukti atas keterangan saksi, dan meminta kepada majelis hakim agar permasalahan ini diselesaikan secara internal partai,” jelas Arrival Boy kepada sejumlah jurnalis di ruang kerjanya, Muaro Sijunjung, Rabu (15/7/20).

Ia mengatakan, pledoi tersebut dalam bentuk tertulis dan akan disampaikan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Padang pada Selasa (21/7/2020) depan.

“Ini sebenarnya adalah kasus internal dan persoalan politik,” ungkap Arrival Boy yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sijunjung.

Terangnya lagi, jika ia bersalah dalam kasus perusakan itu mana mungkin DPP Partai Golkar menyuruhnya mencari pasangan untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung dalam Pilkada 2020 ini. (ioc/ssc)