Presiden Amerika, Donald Trump mengumumkan akan penarikan pasukan AS lebih lanjut dari Irak pada Rabu (9/9), menurut seorang pejabat senior, pada saat ia menghadapi laporan dugaan menghina veteran dan korban perang Amerika. Selain itu Trump juga mengumumkan pengurangan kekuatan Amerika di Afghanistan.

Trump kini tertinggal dari rivalnya Joe Biden dalam survey opini untuk pemilihan presiden pada 3 November nanti. Pernyataan dan pemilihan waktunya, mungkin untuk menyasar kepercayaan pemilih bahwa Trump mengikuti janji untuk mengakhiri apa yang dikenal sebagai “Peperangan AS yang tak berakhir”.

Terdapat sekitar 5.200 orang tentara AS yang ditempatkan di Irak untuk melawan ISIS.

Seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya, menyebutkan kepada Reuters pada Agustus lalu bahwa AS berencana menraik tentaranya dari Irak sampai sepertiganya pada beberapa bulan kedepan.

Militer AS kembali ke Irak pada 2014 untuk membantu pemerintahan Irak melawan ISIS, yang telah merebut wilayah yang luas di negara itu.

Tuntutan penarikan pasukan AS memuncak dan ketegangan antara AS-Irak meningkat setelah serangan roket terhadap militer AS dan kantor-kantor diplomatik serta pembunuhan komandan Qud Force, Jenderal Qassem Soleimani dan deputi Ira1 Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al Muhandis oleh militer AS di dekat bandara Baghdad pada Januari lalu.

Baca juga :  Pseudo Religiusitas Dunia Maya

Sehari setelah serangan itu, parlemen Irak menuntut untuk penarikan sepenuhnya seluruh kekuasaan asing dan kelompok-kelompok yang didukung Iran berjanji akan membalas pembunuhan itu. Puluhan ribu warga Irak berdemonstrasi di seluruh negeri menuntut penarikan pasukan AS setelah pembunuhan Soleiman dan Muhandis. Koalisi pimpinan Amerika telah menarik mundur kekuatannya di enam markas mereka dan mengkonsolidasi kekuatan mereka hanya di tiga markas saja.

Di Afganistan, AS memiliki sekitar 8.600 orang pasukan. Trump menyebutkan dalam sebuah wawancara dengan Axious bulan lalu bahwa ia berencana untuk memangkas jumlah pasukannya menjadi 4.000 di negara itu.

(patra/Sumber Al Jazeera dan News Agency)