Padang, inioke.com–Jika tidak ada aral melintang, Dony Oskaria akan mendaftar sebagai bakal calon Gubernur Sumbar di Koalisi Poros Baru (Golkar, PKB dan Nasdem), Sabtu (8/8) nanti. Kabar ikut sertanya Wakil Dirut Garuda Indonesia itu dalam bursa calon Gubernur Sumbar menjadi energi baru bagi masyarakat, yang belakangan disuguhkan calon itu ke itu saja.

Dony mengaku akan mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur (bacagub) ke Sekretariat Koalisi Poros Baru yang membuka pendaftaran di Hotel Kyriad Bumiminang, Kota Padang pada akhir pekan nanti.

“Insya Allah, uda Sabtu ambil formulir pendaftaran di Poros Baru,” ujar putra Tanjung Alam, Tanah Datar itu.

Beragam tanggapan pun muncul majunya orang kepercayaan pengusaha Chairul Tanjung itu sebagai pemimpin Sumbar ke depan.

“Serius pak Dony Oskaria maju Cagub Sumbar, kalau beliau maju baru asyik bicarakan Pilkada Sumbar nih,” ujar seorang akademisi di Padang, di WhatsApp Group yang anggotanya para dosen berbagai perguruan tinggi di Sumbar, Kamis (6/8).

Akademisi lain menimpali, “ondee sanang hati uda Dony maju Sumbar 1, tapi lai serius dan indak bagarah-bagarah doh kan?” ujar sang dosen lainnya.

Baca juga :  Mahasiswa Hukum Unand meninggal di rumah kos

Respon beragam publik dan profesional di Sumbar tentang majunya Dony Oskaria menurut Pengamat Politik Yosmeri sebagai bentuk kegairahan kalangan profesional bicarakan Cagub Sumbar.

“Saya lihat ini positif, nama Dony Oskaria menjadikan Pilkada bergairah, Poros Baru dengan tagline Mencari Pemimpin Baru telah berhasil mengobok-obok emosi publik di Sumbar,” ujar Yosmeri.

Menurut Yosmeri, masuk radar koalisi Poros Baru nama Dony Oskaria dan ternyata mendapatkan respon positif dari publik ini jawaban nyata bahwa pemilih Sumbar butuh figur baru dan profesional serta punya kemampuan di atas calon lain untuk majukan Sumbar.

“Kalau bukan sosok Dony Oskaria mungkin tidak sampai digunjingi positif oleh kalangan akademisi, meski begitu Dony Oskaria harus mengikuti protokol diterapkan Poros Baru Mencari Pemimpin Sumbar,” ujar Yosmeri.

Perjalanan hidup anak Tanjung Alam

Dony Oskaria lahir di Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada 1969. Ia besar di kampung tanpa listrik itu hingga kelas 5 Sekolah Dasar. Orang tuannya yang miskin dan hidup susah bekerja serabutan, membuat Dony bertekat mengubah nasib melalui pendidikan.

Baca juga :  Pembelajaran Tatap Muka di Padang Panjang, Sekolah Kembali Bergairah Masa Pandemi

Laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara itu kemudian dipindahkan sekolah ke Padang. Sosok juara kelas ini sekolah SMP 7 Padang hingga kelas 2, dan disuruh orang tuanya pindah ke Jakarta menyelesaikan sekolah di SMP 75 Kebon Jeruk, kemudian masuk ke SMA 78. Tamat SMA, Dony kuliah di Jurusan Akuntansi Universitas Andalas, tahun 1989. Tetapi, ia kurang cocok di bidang akuntansi, dan pindah kuliah ke Universitas Padjadjaran Jurusan Hubungan Internasional. Dari Padang menuju Bandung ia menumpang truk angkutan barang temannya.

Selesai kuliah, Dony mencoba memasuki berbagai lapangan kerja. Mulai dari perusahaan advertising yang bertugas memasang billboard di jalan. Berkarir di Bank Universal sebagai petugas call center, hingga menduduki posisi puncak di sana setelah Bank Universal merger dengan beberapa bank lain pasca krisis moneter.

Kemudian, ia masuk Bank Mega meilik pengusaha Chairul Tanjung. Setelah itu melanjutkan pendidikan Program MBA di The Asian Institute of Management di Filipina. Sekarang, Dony memimpin di beberapa perusahaan CT Corp, di antaranya sebagai CEO Trans Luxury Hotel Bandung, CEO Trans Resort Bali, CEO Trans Studio Bandung, CEO Trans Studio Makassar, CEO Trans Studio Mall Bandung, CEO Trans Studio Mall Makassar, CEO Grup Antavaya, dan CEO IBIS Bandung Trans Studio. Akhir 2014, menjadi Dewan Komisaris Garuda Indonesia, karena Trans Corp punya saham di Garuda.

Baca juga :  PSBB Sumbar Diperpanjang hingga 29 Mei, Daerah Zona Hijau Diberi Kelonggaran

Pada Januari 2016, Presiden Jokowi memintanya menjadi Dewan Penasihat Presiden Bidang Ekonomi dan Industri di Komite Ekonomi dan Industri Nasional sebagai Ketua Kelompok Kerja untuk industri pariwisata yang bertanggung jawab mengembangkan industri pariwisata di Indonesia.

Dony kembali ke Garuda Indonesia sebagai Wakil Direktur Utama. Dengan segala pengalaman dan kemampuan manajerialnya, Dony mencoba peruntungan dalam pemilihan kepala daerah serentak 2020 sebagai bakal calon Gubernur Sumbar. (ioc)