Padang Panjang, inioke.com–Pandemi Covid-19 membuat sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami masalah, yakni terkait dengan pembiayaan dan menurunnya permintaan.

Dalam hal itu, Pemerintah mendorong UMKM untuk dapat melakukan adaptasi dan inovasi produk, menyesuaikan dengan permintaan pasar melalui peluncuran Program Bapres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Setiap pelaku usaha mikro akan dibantu Rp2,4 juta, yang memenuhi kriteria diantaranya tidak sedang menerima kredit atau pinjaman dari Bank dan bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), Anggota TNI, Anggota Kepolisian, Pegawai BUMN atau Pegawai BUMD.

“Peluncuran dana Bapres Produktif ini berpedoman pada Permenkop No.6 tahun 2020 yang diluncurkan hari ini oleh Presiden RI, dana ini diberikan kepada pelaku Usaha Mikro untuk kegiatan produktif menjalankan usaha di tengah krisis akibat pandemi Covid-19,” jelas Pimpinan Cabang BRI Padang Panjang Yori Verdian, Senin (24/8).

Bank BRI merupakan salah satu Bank yang ditunjuk sebagai Bank penyalur. Dana Banpres Produktif disalurkan langsung ke rekening penerima BPUM di Bank penyalur dan selanjutnya dapat dicairkan di Bank Penyalur setelah penerima BPUM melengkapi dokumen serta divalidasi oleh petugas Bank.

Baca juga :  ODP di Kabupaten Tanah Datar Tertinggi di Sumbar.

Sementara itu, Kementerian Koperasi dan UKM RI bertanggung jawab penuh terhadap validasi data calon penerima bantuan yang diusulkan oleh lembaga pengusul BPUM meliputi Dinas Koperasi dan UKM provinsi dan kabupaten /kota, koperasi, perbankan dan perusahaan pembiayaan, atau lembaga penyalur Program Kredit pemerintah.

“Apabila terdapat nasabah yang memiliki usaha tetapi tidak mempunyai pinjaman di BRI maupun Bank lain dan belum mendapatkan Banpres Produktif maka nasabah dapat diusulkan ke KemenkopUKM RI melalui lembaga pengusul mitra kemenkop dan selanjutnya persetujuan akhir di Kementrian koperasi dan UKM RI,” tambahnya. (ioc/rilis)