Padang, inioke.com–Seorang warga negara asing (WNA) asal Irlandia yang dinyatakan positif, kemarin, dirawat di Semen Padang Hospital (SPH).

Direktur Utama SPH, Farhaan Abdullah menceritakan, pasien berinisial MCC tersebut 18 April sampai di Medan dari Kamboja. Ia di sana hingga 23 April, kemudian bergerak ke Padang. Menurutnya, ia melakukan perjalanan seorang diri, kemudian sampai di Padang tanggal 23 April menggunakan pesawat terbang. Di Padang, yang bersangkutan menginap di salah satu homestay dan berpindah ke beberapa homestay di kawasan pantai Bungus Teluk Kabung sampai 7 Mei.

“Kemudian pindah kembali ke kawasan kota menginap dan berpindah di beberapa hotel sampai 20 Mei. Jadi sudah banyak pindah-pindah hotel, kami akan tracing lokasi tersebut,” kata dr Farhaan, Senin (1/6).

Farhaan melanjutkan, dari pengakuannya, ia mengalami gejala flu dengan keluhan hidung tersumbat. Keluhan itu, sudah dirasakan sejak tiga minggu yang lalu setelah pasien menyelam dan diobati secara mandiri. Keesokan harinya, gejala bertambah dengan rasa tidak enak di dada, agak sulit untuk menarik napas, namun keluhan sudah berkurang saat ini.

Baca juga :  Pajak Tak Gratis lagi untuk Hotel, Restoran, dan Tempat Hiburan

“Akhirnya dilakukan pemeriksaan swab pada tanggal 30 Mei dengan tujuan sebagai syarat untuk balik ke negaranya. Pada tanggal 31 Mei pasien diberitahu hasil swab positif, lalu ia dibawa ke SPH, dilakukan pemeriksaan lab darah dan X-ray thorax, dan dirawat di isolasi SPH,” ujarnya.

Orang Irlandia ini kemungkinan terpapar di Padang. Pasien ini mengalami gejala klinis ringan batuk pilek. Dirawat hingga pulih dengan hasil tes swab sampai negatif nantinya.

“Perawatannya tidak dipungut biaya, ia belum boleh pulang sampai hasil pemeriksaannya¬† negatif, kecuali negaranya menjemput,” tutur Farhaan.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, pihak imigrasi sedang melakukan pengecekan bagaimana visa dan segala macam surat lainnya terhadap orang Irlandia tersebut.

“Kemudian, soal penyemprotan disinfektan terhadap penginapan serta hotel yang dikunjunginya, hal itu merupakan sebuah protokol yang telah dijalani oleh penginapan dan hotel tersebut sejak COVID-19 mewabah. Tanpa ada yang positif pun mereka tetap melakukan penyemprotan disinfektan setiap pagi hari,” ujarnya. (mdj)

Baca juga :  Baru 15 Persen Pedagang yang Diambil Swab dalam Sepekan ini