Padang, inioke.com–Empat daerah dari enam kabupaten/kota zona hijau akan membuka sekolah pada tahun ajaran baru nanti. Sementara dua daerah lagi, menunda sementara dan melihat perkembangan lebih lanjut.

Empat daerah tersebut, Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Kota Sawahlunto, dan Pariaman akan menerapkan sistem pembelajaran campuran, yakni tatap muka dan tatap maya. Sedangkan Kabupaten Limapuluh Kota dan kota Payakumbuh, yang juga masuk zona hijau, menunda sementara pembelajaran tatap muka maupun tatap maya, guna melihat perkembangan lebih lanjut.

Hal ini terungkap dalam evaluasi Tatanan Normal Baru Produktif Aman Covid-19 (TNB-PAC19). Evaluasi tersebut meliputi sektor pariwisata, sektor ekonomi, dan sektor pendidikan. Sektor pendidikan termasuk salah satu sektor penting pada masa TNBPAC, apalagi tahun ajaran akan segera dimulai 13 Juli mendatang.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, menjelaskan, berdasarkan 15 indikator yang dikeluarkan oleh BNPB yaitu mengenai zona, yang terdiri zona merah, orange, kuning dan hijau, dari 19 Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat, yang termasuk kategori zona hijau adalah Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Sawahlunto, dan Pasaman Barat.

Baca juga :  Raja Belanda Berhenti Gunakan Kereta Kencana Peninggalan Kolonial

“Yang boleh membuka sekolah adalah zona hijau, dengan ciri zona hijau adalah tidak ada pertambahan positif dalam satu bulan terakhir, jika ada yang positif persentase kesembuhan 100 persen serta juga tidak ada kematian dalam satu bulan,” ungkap Gubernur saat konferensi video dengan seluruh Bupati/Wali Kota se Sumatera Barat di ruang kerja Gubernur, Senin (6/7).

Selain itu, lanjut Gubernur, pembelajaran nanti akan dilakukan dengan empat metode yakni tatap muka ala new normal, tatap maya, campuran tatap maya dan tatap muka, dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) luring, PJJ luring diperuntukkan untuk daerah yang tidak ada sinyal, tidak ada listrik serta blank spot.

Di akhir sesi wawancara gubernur menghimbau kepada semua masyarakat untuk selalu disiplin dengan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan.

“Masyarakat kita masih belum disiplin, kita minta terus kepada Bupati/Wali Kota untuk mengedukasi, mensosialisasikan, agar masyarakat disiplin. Tugas berat kita adalah mendisiplinkan itu,” ujar Gubernur. (ioc)