Padang, inioke.com—Laboratorium Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas Padang meracik penyanitasi tangan (hand sanitizer). Hasil racikan Labor Fateta dan FMIPA Unand ini dibagikan secara gratis kepada warga kampus dan masyarakat di sekitar lingkungan kampus Unand Limau Manih.

Gerakan meracik dan membagi penyanitasi tangan ini diinisiasi oleh IKA Unand bersama rektor dan sivitas akademika lainnya. Pasalnya, persediaan penyanitasi tangan yang terus menipis dan susah didapat oleh masyarakat. Membersihkan tangan menggunakan penyanitasi merupakan salah satu protokol kesehatan dalam mencegah virus Corona atau COVID-19.

”Atas kepedulian IKA Unand diinisiasi oleh Sekjen DPP Reni Mayerni dan di-support seluruh alumni Unand se Indonesia, saya berterima kasih sekali. Inisiasi IKA Unand telah menimbulkan kesadaran bersama sivitas akademika Unand untuk bergerak serempak menghadapi ancaman COVID-19,” ujar Rektor Unand, Yuliandri, saat melepas aksi IKA Unand yang dikoordinir Ilhamsyah Mirwan.

Sebanyak 4.000 botol penyanitasi tangan ukuran 30 ml dan 5 botol ukuran 1.000 ml akan dibagikan ke warga Unand dan masyarakat di sekitar kampus di Limau Manih, Pauh, Padang. Menurut Yuliandri, semuanya harus bergerak bersama menghadapi pandemi ini. Unand bersama para alumni akan melakukan segala yang bisa untuk mencegah virus mematikan ini.

Baca juga :  Pembelajaran Online Tantangan Baru bagi Pemerintah dan Guru

“Jangan lengah, Unand dan Alumni siap bersama bertindak serempak bahu-membahu hadapi wabah ini,” tuturnya.

Terkait fasilitas, Yuliandri mengungkapkan, Rumah Sakit Unand telah disiapkan sebagai tempat rujukan tambahan pagi pasien COVID-19. Begitu juga dengan labor Fakultas Kedokteran, yang bekerja mulai hari ini menguji sampel pemeriksaan COVID-19 setelah mendapat izin dari Kemenkes RI.

Pembagian penyanitasi tangan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Anggota DPRD Sumbar yang juga alumni Unand, Syahrul Furqan, menyebut kepedulian membagikan penyanitasi tangan ini sangat meringankan masyarakat. Apalagi, kondisi sekarang, barang-barang yang berhubungan dengan perlindungan diri mencegah virus Corona, seperti penyanitasi tangan, masker, dan APD untuk medis, sangat langka di pasaran serta susah didapat.

“Unand dan alumninya sudah bergerak tentu harus ada gerakan bersama lainnya mencegah wabah Corona di Sumbar. Sebagai wakil rakyat saya ada bersama gerakan ini,” ujar Syahrul.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur RS Unand, dr Yevrin Zulfikar, yang melihat gerakan bersama ini sebagai perjuangan menghadapi wabah.

Baca juga :  Bertambah 12 orang lagi, Sudah 44 orang Positif COVID-19 di Sumbar

“Saat ini yang dibutuhkan barang, tidak uang. Adanya kegiatan ini membuat kita merasa tidak berjuang sendiri menghadapi wabah virus Corona,” ujarnya.

Petugas Klinik Medika Andalas, Melly, juga merasa terbantu dengan aksi IKA Unand bersama civitas akademika ini.

“Adanya kepedulian IKA Unand bersama Unand tentu sangat menolong upaya kita bersama memutus rantai penyebaran COVID-19,” kata Melly.

Para mahasiswa Unand pun bersyukur dengan adanya pembagian penyanitasi tangan produksi Unand ini. Seperti diungkap mahasiswi Fateta Unand, Yunadela, dan Kim Hong dari Kamboja yang kulilah di Unand.

“Aksi IKA Unand bersama pihak kampus ini sangat bermanfaat sekali bagi kami. Membantu kami mendapatkan alat untuk cuci tangan yang susah didapat dan mahal sekarang ini,” kata Yunadela.

“Kami sangt senang dan bersyukur sekali. Karena untuk mendapatkan hand sanitizer di toko obat sulit. Beli online pun mahal. Thank you alumni Unand,” tukuk Kim. (NOX)