“Gimana Bu? Semangat ya, Bu. Yakini diri sehat kembali. Saya dan warga Padang Panjang menunggu pengabdian ibu kembali.”

Begitu diucapkan Wali Kota Padang Panjang saat melepon salah seorang pasien positif COVID-19 yang sedang menjalani isolasi. Pasien yang juga seorang dokter di RSUD Padang Panjang ini terkejut sekaligus terharu begitu tahu ditelepon langsung oleh Wali Kota. Dokter berinisial D tersebut tidak menyangka akan mendapat perhatian khusus seperti itu dari orang nomor satu di Padang Panjang.

“Allhamdulillah, Pak Wali. Terima kasih doanya, Pak. Siap, Pak. Sembuh, saya mengabdi lagi untuk kesehatan masyarakat Pak,” ujar D sambil terisak ditelepon.

Ketika masyarakat down mendapati dirinya positif COVID-19, Fadly Amran tampil sebagai pemimpin penuh empati. Apalagi yang terinfeksi virus corona itu para tenaga medis, sebagai garda terdepan sekaligus benteng terakhir dalam pertahanan melawan pandemi di kota serambi Mekah tersebut.

Tidak hanya D, Fadly juga menelepon pasien lainnya, yang sedang diisolasi di RSUD Padang Panjang tersebut.

“Pak, harus perhatikan makan dan minum supaya gizi dan imunnya kuat ya. Kalau ada yang kurang hubungi kami, ya Pak Dokter,”ujar Fadly memberi perhatian pada warganya.

Pasien berinisial I ini tergagap menjawab telepon Fadly. Semula ia tidak tahu dan tidak menyangka akan ditelepon Wali Kota. Penuh haru ia pun menjawab dan berbincang dengan Fadly di telepon itu.

Baca juga :  Pengambilan Swab Pedagang Pasar Raya Padang Pindah ke Mal Pelayanan Publik Mulai Besok

“Terima Kasih, Pak. Tidak menyangka Pak Wali yang telepon. Siap semangat untuk pulih dan mengabdi kembali pak,” jawab I penuh keyakinan untuk seger sembuh dan mengabdi kembali di rumah sakit.

Fadly juga meminta Direktur RSUD Padang Panjang, dr Ardoni, untuk memberikan layanan premium kepada pasien positif COVID-19 yang berjumlah 13 orang ini.

“Tolong penuhi kebutuhan energinya, Pak. Beri layanan premium ya, Pak,” ujar Fadly kepada Ardoni.

Bergerak cepat

Begitu mendapat kabar 13 warganya positif COVID-19, Kamis (30/4) malam, Fadly langsung bergerak. Paginya, ia langsung mengarahkan Gugus Tugas COVID-19 untuk melakukan tracking atau penelusuran terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan 13 orang tenaga medis RSUD Padang Panjang ini. Hingga siang tadi, sudah ditelusuri 100 orang yang memiliki riwayat kontak dengan para pasien positif tersebut.

”Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran dan pola penganganannya seperti  yang disarankan WHO,” ujar Fadly.

Ia menargetkan menelusuri 400 orang yang punya riwayat kontak dengan para tenaga medis tersebut, untuk diambil sampel swab guna pemeriksaan di laboratorium.

Baca juga :  KI Sumbar Launching Monev Keterbukaan Informasi Badan Publik 2020

”Kepada masyarakat yang merasa ada kontak dengan RSUD sejak pasien NS, pasien positif COVID-19 yang pernah dirawat di RSUD Padang Panjang, untuk melapor atau mengisolasi diri sampai hasil swab keluar,” imbau Fadly.

Direktur RSUD Padang Panjang, Ardoni mengatakan, sebetulnya sejak hasil swab NS dinyatakan positif, tenaga kesehatan dan petugas yang sebelumnya kontak dengan NS dan keluarga sudah dilakukan karantina di lokasi yang sudah disiapkan Pemko dan tidak pulang ke rumah.

“Dengan begitu, mudah-mudahan tidak banyak warga Padang Panjang yang terpapar akibat kontak dengan tenaga medis ini,” ungkapnya.

Riwayat pasien NS

Pasien inisial NS (29), asal Panyalaian X Koto Tanah Datar, pertama masuk instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Padang Panjang pada Jumat (24/4) pukul 10.00 WIB dalam kondisi hamil 36 minggu dengan keluhan nyeri punggung dan menjalar ke bagian perut. Karena kondisinya tidak memungkinkan ditangani di RSUD Padang Panjang, NS dirujuk ke RSUP M Djamil.

Diketahui NS dan suaminya selama ini berdomisili di Jakarta. NS pulang ke kampung sekitar 2 bulan lalu. Sementara suaminya baru pulang dari Jakarta.

Setelah dirawat di RSUP M Djamil, dari hasil pemeriksaan swabnya dinyatakan positif COVID-19 pada Minggu (26/4). Setelah itu, suaminya juga positif COVID-19 sesuai hasil tes swab dari Laboratorium Dioagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang.

Baca juga :  Pemrov Sumbar Akan Promosikan Wisata Bebas Covid-19

Begitu NS dinyatakan positif COVID-19, Direktur RSUD Padang Panjang, Ardoni, langsung mengambil tindakan karantina terhadap tenaga medis dan orang yang pernah kontak dengan NS, serta memeriksakan swab mereka.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang,  Nuryanuwar, ada 70 orang pernah berkaitan dengan riwayat NS yang pernah masuk IGD RSUD Padang Panjang. Sebelumnya, NS juga pernah melakukan pemeriksaan di Puskesmas Kebun Sikolos Padang Panjang.

“Dari perjalanan yang dilalui NS itu, dilakukan pemeriksaan kepada 70 orang tenaga kesehatan yang pernah kontak dekat dengannya jarak kurang dari satu meter. Hasilnya telah keluar 13 orang positif ringan tanpa ada gejala. Semuanya tenaga kesehatan dari RSUD, tidak ada yang dari Puskesmas Kebun Sikolos. Tapi bisa juga mereka terpapar dari suami NS yang kini juga positif Covid-19 diisolasi di RSUP M Djamil,” terangnya.

Begitulah, Kota Padang Panjang, yang selama ini nol kasus positif COVID-19 di Sumbar, akhirnya kebobolan juga. Tak tanggung-tanggung jumlahnya 13 orang sekali muncul. Dalam selimut duka ini, pemimpinnya hadir di tengah warga sebagai penyelamat dan penyemangat. (gyn)