Padang, inioke.com–Harapan masyarakat untuk mendapat bantuan pemerintah di masa pandemi COVID-19 ini sangat besar. Namun, birokrasi yang berbelit membuat harapan itu semakin tak jelas ujung pangkalnya.

Pada akhirnya, masyarakat harus bacakak jo galang-galang, apalagi di bulan Ramadan ini dan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), karena bantuan pemerintah tak kunjung datang. Tak sanggup melihat masyarakat memekik minta bantuan, Irjen Pol Fakhrizal langsung turun tangan. Diberikannya 10 ton beras untuk dibagi ke masyarakat Kota Padang yang terdampak COVID-19.

“Memang kondisi ini merata seluruh Indonesia, bahkan dunia, tapi apakah kita biarkan terjadi? Tentu tidak, saatnya jiwa gotong royong dan kesetiakawanan anak minang dipertaruhkan. Ayo bantu sanak saudara yang teraniaya karena perang lawan coronavirus ini,” ujar Fakhrizal yang sejak larangan pulang kampung dikeluarkan dulu hingga hari ini tetap bertahan di rantaunya di Kota Jakarta.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, tidak usah saling salah-menyalahkan, saling kecam-mengecam dalam kondisi sekarang.

“Dibutuhkan sato sakaki untuk meringankan beban saudara kita,” ujar Jenderal Ninik Mamak ini.

Baca juga :  Pemerintah Arab Saudi Tetap Selenggarakan Haji Namun Terbatas

Ia mengakui menghadapi COVID-19 butuh kerjasama dan kekompakan semua stakeholder dan masyarakat.

“Kondisi ini entah kapan berakhirnya belum diketahui pasti. Lambat atau cepat COVID-19 teratasi hanya satu cara yakni patuhi Protokol Kesehatan,” tuturnya.

Tapi, lanjutnya, dampak mematuhi itu tentu terjadi pemerosotan ekonomi. Saat ini penurunan pendapatan terjadi, sekaligus peningkatan konsumsi rumah tangga dalam menjaga diri dan keluarga di rumah. Untuk itu kekompakan dan semangat gotong royong serta kesetiakawanan menjadi kunci membantu warga terdampak.

Tidak hanya itu, ia berharap masyarakat Sumbar mengikuti aturan pemerintah dan ulama dalam menjalankan ibadah Ramadan ini.

Sampai besok (27/4) Fakhrizal terus menebar kepedulian selama pandemi coronavirus kepada masyarakat Sumbar. Mulai ribuan masker dan hand sanitizer, lalu 2500 paket sembako, termasuk 10 ton beras untuk 1000 warga Padang.

Hari ini 10 ton beras untuk membantu masyarakat Kota Padang telah tersedia.

“Siap dibungkus per 10 Kilogram, Insya Allah besok dibagi ke masyarakat kurang mampu dan terdampak wabah corona ini,” ujar Sahabat Fakhrizal Syahrial Koyal Minggu sore tadi di Padang.

Baca juga :  Pemotongan Tumpeng secara Daring, Perayaan HUT BNI ke 74 BNI Wilayah Padang Sarat Nuansa Berbagi

Mantan Kapolda Sumbar itu berharap 1000 paket beras isi 10 kilogram itu bisa diterima warga dan memanfaatkannya. (io/rilis)