Padang, inioke.com–Tim Riset Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bung Hatta sukses menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) secara virtual melalui aplikasi Zoom, Kamis (22/10). Sebagai orientasi dalam FGD tersebut, tema yang diusung ialah Model Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Berwawasan Lingkungan di Sumatera Barat.

Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Rektor Universitas Bung Hatta, Tafdil Husni. Disampaikan Tafdil, pelaksanaan riset ini telah menjadi kontribusi dokumen kajian pembangunan ekonomi dan lingkungan hidup dari perspektif politik, kebijakan pemerintah, pelaksanaan di lapangan dan kajian studi empiris. Hasil kegiatan ini juga menghasilkan rumusan rekomendasi kebijakan dalam memperkaya kajian model evaluasi pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan di Sumatera Barat.

“Oleh sebah itu, pimpinan Universitas Bung Hatta akan terus mendukung penuh aktivitas dosen di bidang tridarma perguruan tinggi,” ungkapnya.

Ketua pelaksana acara, Evi Susanti Tasri, mengatakan, FGD ini dilaksanakan sebagai wadah untuk mendapatkan masukan demi pendalaman materi kajian tentang model evaluasi pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan di Sumatera Barat.

Baca juga :  Pilkada Tetap 9 Desember 2020, Sanksi Hukum bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Lebih lanjut, Evi Susanti mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam pencapaian luaran penelitian DRPM Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI berupa dokumentasi laporan hasil uji coba produk penelitian.

“Ini merupakan kontribusi nyata kami di Universitas Bung Hatta, terutama Program Studi Ekonomi Pembangunan, yang peduli pada kondisi lingkungan dengan terlibat langsung pada kajian lingkungan dan pembangunan ekonomi. Hal ini juga merupakan bentuk nyata sinergi lembaga perguruan tinggi dengan pemerintah dalam melakukan kajian untuk rekomendasi kebijakan berdasarkan hasil studi empiris di lapangan,” imbuh Evi Susanti Tasri, yang didampingi oleh dua anggotanya, Kasman Karimi dan Irwan Muslim.

“Kegiatan ini merupakan wadah untuk publikasi hasil dari model evaluasi pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan di Sumatera Barat yang telah dirumuskan oleh tim riset. Di samping itu, FGD ini berfungsi untuk memperluas relasi kerja sama dalam bidang kajian pembangunan ekonomi dan lingkungan,” timpal Irwan Muslim.

Pemateri dalam FGD ini, Agustaviano Sofjan (Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Ditjen Kerjasama multilateral Kementrian Luar negeri) yang membahas soal Kajian Pembangunan dan Ekonomi Lingkungan Hidup.

Baca juga :  Hendri Septa Terima Bantuan APD dari Mahasiswa KKN Tematik Unand

Sementara itu, materi terkait pelaksanaan konsep pembangunan berwawasan lingkungan hidup dalam kebijakan pemerintah disampaikan oleh Soeryo Adiwibowo, penasehat senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Apresiasi terhadap tim studi yang telah meneliti relasi antara kerugian bencana dengan pendapatan, angkatan kerja, dan kemiskinan; eksternalitas negatif pengelolaan sumbar daya alam; model bencana sebagai sebab-akibat variabel ekonomi; model kinerja pelaksanaan program berwawasan lingkungan. Oleh sebab itu, perlu lebih banyak lagi akademisi yang meneliti relasi antara pembangunan berkelanjutan, sosial ekonomi, dan kebencanaan,” sebutnya.

Selanjutnya, topik tentang kebijakan pembangunan ekonomi dan lingkungan di Sumatera Barat dibahas oleh Idris, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang.

Kemudian, topik tentang kualitas lingkungan hidup dan permasalahan di lapangan di wilayah Provinsi Sumatera Barat diwakili oleh Desrizal dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Barat.

Dari pihak Universitas Bung Hatta sendiri, topik tentang kajian model evaluasi pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan di Sumatera Barat disampaikan oleh Evi Susanti Tasri, Tim Peneliti Riset BRin dari Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bung Hatta Padang.

Baca juga :  Pembahasan APBD Belum Selesai, Kepala Bappeda dan Bakeuda Sumbar Diharapkan Tidak Ditunjuk sebagai Pj Bupati atau Wali Kota

Terakhir, topik tentang kualitas lingkungan dan pembangunan ekonomi di Provinsi Kalimantan Selatan disampaikan oleh Rizka Zulfikar, dari Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin.

Peserta FGD ini terdiri atas dosen/peneliti, Aparatur Negeri Sipil (ASN) di wilayah Sumatera Barat, kepala dan staf Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota di wilayah Sumatera Barat, mahasiswa sarjana dan pascasarjana, serta umum. (rilis)