Padang, inioke.com–Tahun 2021 merupakan momen terpenting bagi Sumatera Barat di samping terjadi pergantian kepala daerah, juga berkahirnya rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) 25 tahun Sumatera Barat.

“Kami mengajak kepala daerah terpilih mendatang bersama DPRD Sumbar bersunguh-sungguh merumuskan rencana pembangunan Sumbar 25 tahun kedepan secara holistik, komprehensif dan terintegrasi, sehingga mimpi-mimpi kita bukan mimpi kosong,  melainkan mimpi menjadi kenyataan,” ujar Gubernur Sumbar 2005-2010, Gamawan Fauzi, saat sidang paripurna DPRD Sumbar HUT provinsi Sumatera Barat ke 75, Kamis (1/10).

Dijelaskan Gamawan, libatkan semua komponen, birokrasi, perguruan tinggi, para pakar diberbagai bidang, perguruan tinggi, ulama, perwakilan adat, kaum perempuan, budayawan, wartawan seniman dan unsur lainnya.

“Gontor dahulu berlajar ke Sumatera Barat, janganlah menjadi follower, masyarakat Sumbar itu selalu jadi contoh dan tauladan di semua unsur dan kalangan,” ujar mantan Menteri Dalam Negeri ini.

Gamawan mengurai potensi-potensi yang dimiliki Sumbar. Menurutnya Pemprov Sumbar harus memaksimalkan potensi tersebut dari berbagai sektor untuk meraih kemajuan.

Baca juga :  Bantuan JPS Pemprov Sumbar untuk Padang Panjang dan Sawahlunto Cair, Agam dan Pariaman Menunggu

“Kita mengetahui Tuhan menganugrahkan Sumatera Barat alam sangat indah dan hutan terpelihara baik, ada mengatakan Tuhan sedang tersenyum ketika alam Sumatera Barat diciptakanNya. Keindahan alam ditopang nilai adat tradisi sistem matrelenial. Untuk itu, pariwisata salah satu sektor yang harus dikembangkan secara terencana dan terprogram,” ungkapnya.

Disampaikannya, pemprov Sumbar dapat memilih arah mengembangkan wisata keluarga, wisata religi, green tourism, wisata alam dan wisata kuliner.

“Kita memiliki kekuatan melebihi daerah lain,infrastruktur disiapkan pemerintah dan pengisiannya oleh investor baik lokal maupun nasional,” ujar Gamawan Fauzi

Sektor pendidikan di masa lalu, bahkan sebelum dan diawal awal kemerdekaan, Sumatera Barat memiliki jumlah sekolah sama banyaknya dengan total jumlah sekolah di Indonesia.

“Kegemilangan INS Kayu Tanam, Diniyah Putri Padang Panjang, Thawalib Padang Panjang, Parabek di Agam, Tarbiyah di Canduang, Sekolah Radja di Bukittinggi dan banyak lainnya telah melahirkan ulama besar, tokoh-tokoh pendidikan dan para cendikiawan memberikan kemajuan bangsa,” ujar Gamawan.

Dikatakan Gamawan, Sumbar juga tempat berobat, yang memiliki rumah sakit jantung dan rumah sakit stroke di Bukittinggi. Fakultas kedokteran Unand saat ini mungkin terbaik di Sumatera.

Baca juga :  Polres Payakumbuh berikan penghargaan kepada 16 personel berprestasi

“Kita memiliki para guru besar, para ahli, spesialis dan super spesialis bidang kesehatan baik di rantau maupun di ranah,” ujarnya.

Kemudian, sekitar 50 persen penduduk Sumatera Barat hidup dari sektor pertanian. Sawah dan perkebunan campuran berskala kecil bersifat ekonomi subsistensi untuk kebutuhan sehari- hari.

“Kita harus mengembangkan komoditi tertentu dan varitas padi bernilai jual tinggi seperti beras basmati dapat ditanam di Sumatera Barat di ketinggian 600-700 meter di atas permukaan laut,” ujarnya.

Begitu juga agama di Sumatera Barat sesuatu sangat penting dan mendasar, dikenal adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, adaik bapaneh, syarak balinduang, syarak mangato, adaik mamakai, tercermin dalam kehidupan sehari- hari. (ioc)