Padang, inioke.com–Melihat perkembangan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan berakhir 5 Mei nanti, Pemprov Sumbar mempertimbangkan untuk diperpanjang.

“Kami kaji semua aspek dulu. Kalau memang dibutuhkan, PSBB dilanjutkan ke tahap II,” kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, usai rapat evaluasi PSBB di Padang, Jumat.

Dari hasil evaluasi penerapan PSBB tahap I, ujarnya, masih banyak pelanggaran yang terjadi. Sebagian masyarakat terlihat masih acuh dan belum mengindahkan imbauan pemerintah untuk tinggal di rumah. Kerumunan lebih dari lima orang masih terlihat pada beberapa tempat. Pengendara juga belum semua yang mematuhi pembatasan jumlah penumpang.

“Kalau nanti diputuskan PSBB berlanjut ke tahap II, penegakan aturan akan dilakukan dengan lebih tegas dengan sanksi yang memberikan efek jera bagi pelanggar,” ungkap Irwan.

Selain penegakan aturan di dalam daerah, pengawasan di sembilan pintu masuk jalur darat dan pintu masuk udara juga harus lebih diperketat. Tidak ada satupun kendaraan yang dibolehkan masuk atau keluar dari Sumbar.

“Selagi aturan itu masih dilanggar, pelaksanaan PSBB untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di Sumbar tidak efektif,” ulasnya.

Baca juga :  Berbahaya, WHO Tak Sarankan Semprot Disinfektan ke Orang

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Hermanto menyampaikan ada tiga poin yang menjadi bahan evaluasi pelaksanaan PSBB. Pertama, bila penerapan PSBB tahap II dilakukan, pengawasan dari petugas harus diperkuat. Kemudian dilakukan penambahan pos pemeriksaan di beberapa titik. Kedua, menutup setiap jalan-jalan di perbatasan, termasuk jalan alternatif atau jalan tikus.

“Ketiga, perilaku masyarakat juga harus menjadi perhatian, perkuat sosialisasi agar tidak ada lagi masyarakat yang melanggar PSBB,” jelasnya. (gyn)