Padang, inioke.com–Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengajak seluruh pihak rumah sakit tetap melayani pasien corona, sebagai tekad bersama meminimalkan angka kematian dan maksimalkan angka kesembuhan.

Hal ini disampaikan Irwan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat yang dilaksanakan secara virtual kemarin.

Irwan mengatakan Untuk itu perlu adanya kerjasama koordinasi antar rumah sakit di Sumbar.

“Untuk itu, kita berharap dengan kerjasama kita bisa meminimalkan kematian di bawah 2 (dua) persen dan memaksimalkan kesembuhan 50 persen secara berangsur, Insya Allah menjadi 80 persen,” ungkap Irwan.

Irwan menegaskan kerjasama seluruh elemen rumah sakit di kabupaten/kota melayani pasien-pasien Covid-19, sebagai tekad bersama dan sebisa mungkin diwujudkan dengan cepat.

“Bentuk koordinasi dilakukan pertama mengatur pasien, yang berat masuk ke RSUP M Djamil bisa menampung sampai 180 pasien, berat tanpa komorbit bisa masuk ke RSUD Achmad Muchtar, RS Pariaman, SPH, RSUD Rasidin dan RS Unand,” kata Irwan.

Kemudian, lanjutnya, pasien corona sedang, bisa dimasukan ke semua rumah sakit termasuk RS daerah di kota dan kabupaten. Bagi yang ringan dimaksimalkan isolasi, sekarang di setiap daerah sudah tersedia tempat isolasi untuk menampung yang positif ringan, asalkan ada koordinasi antar rumah sakit.

Baca juga :  Ledakan Besar Guncang Lebanon

Lebih lanjut ia menyebutkan, semuanya itu akan diatur, sehingga tempat isolasi dan treatment bisa menampung dengan maksimal. Walaupun ada penambahan 200 positif corona perhari.

“Kalau positif berat saja 20 persen masih bisa tertampung. Karena potensi kita untuk tempat tidur delapan ribu lebih, sekarang baru bisa kita sediakan delapan ratus, itu masih kosong belum terisi dua ratus,” ujar Irwan.

Melalui rapat koordinasi itu diminta penambahan tempat tidur. RSUP M Djamil menambah sampai 180 tempat tidur, RS Unand 190 tempat tidur, Semen Padang Hospital 90 tempat tidur, termasuk juga RS Achmad Muchtar kemudian yang lain juga dimaksimalkan semua.

Selanjutnya, ujar Irwan, tenaga kesehatan juga di perbantukan, tidak boleh lagi ada pelayan rumah sakit tutup, semuanya harus dibuka kata kuncinya koordinasi, antara rumah sakit dengan puskesmas.

“Dengan tujuan meminimalkan kematian memaksimalkan kesembuhan itu adanya saling koordinasi,” tukas Irwan.
(ioc/rilis)