Padang, inioke.com–Covid-19 berdampak pada defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumbar tahun 2020. Maka, perlu dilakukan penyusunan program dan kegiatan untuk pemulihan ekonomi Sumbar di era normal baru ini.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, dalam rapat terbatas bidang ekonomi terkait dampak akibat pandemi Corona atau Covid-19 di Sumbar bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Aula Kantor Gubernur, kemarin.

Menurut Irwan Prayitno, ada beberapa poin yang harus di perhatikan dalam tatanan kehidupan normal baru ini, diantaranya, bidang kesehatan dan ekonomi.

“Kita telah bekerja keras untuk memutus mata rantai Covid-19 di Sumbar. Alhamdulillah penularan corona sudah melandai dan berhenti di kabupaten dan kota, kecuali di Kota Padang yang juga berangsur kurang, termasuk di klasternya Pasar Raya,” ungkap Irwan.

Untuk memutus mata rantai COVID-19, lanjut Irwan, dilakukan PSBB. Akibatnya orang tidak bekerja, sehingga perlu diberikan bantuan.

“Untuk bantuan sosial sudah jalan. Untuk bantuan bulan Juni, hari senin depan sudah bisa dicairkan,” ujarnya.

Baca juga :  Dana Desa, Kemandirian Pangan¬†dan Pandemi Covid 19

Menurut Irwan, pemulihan ekonomi ini sangat penting. Dengan diberhentikannya PSBB, secara perlahan sektor-sektor ekonomi mulai dibuka kembali seperti mal dan pasar.

Selain itu, dengan dibukanya sektor pawisata maka UMKM yang ada di sekitar akan berjalan kembali. Malah, Gubernur berencana memberikan tambahan modal untuk UMKM melalui kerja sama antara pemerintah dengan perbankan atau lembaga terkait.

“Pemulihan ekomoni ini kita targetkan sampai akhir tahun ini,” tukasnya. (mdj)