Padang, inioke.com–Bupati Agam, Indra Catri, tidak hadir dalam pemeriksaan pertama setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik anggota DPR Mulyadi. Ketidakhadiran Indra Catri ke Mapolda Sumbar untuk menjalani pemeriksaan karena ada kegiatan bersama DPP Partai Gerindra di Jakarta. Namun, ketidakhadiran ini telah disampaikan dengan surat resmi oleh Indra Catri melalui kuasa hukumnya kepada penyidik Polda Sumbar.

Kuasa Hukum Indra Catri, Ardyan, mengatakan, kliennya berhalangan hadir karena menghadiri undangan DPP Gerindra terkait pencalonan sebagai kandidat Wakil Gubernur Sumbar pada Pemilihan Serentak 2020. Disampaikannya, semua calon kepala daerah, mulai calon Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, Wakil Wali Kota, hingga calon Gubernur dan Wakil Gubernur dipanggil ke DPP di Jakarta.

“Jadi saya diberitahu oleh pak IC bahwa ia memenuhi panggilan itu. Soal alasan tidak hadir memenuhi panggilan penyidik ini, sudah disampaikan melalui surat kepada penyidik Polda Sumbar. Kita tunggu jadwal selanjutnya dari Polda,” ujar Ardyan.

Kepastian tidak hadirnya Indra Catri untuk diperiksa penyidik disampaikan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, setelah menerima surat pemberitahuan dari kuasa hukum Indra Catri.

Baca juga :  Giliran Bupati Agam Diperiksa Polda Sumbar

“Hari ini IC didijadwalkan Polda Sumbar untuk diperiksa sebagai tersangka. Tetapi, ada penyampaian dari pengacaranya bahwa IC ada kegiatan dinas di Jakarta,” ujar Satake kepada wartawan di ruang kerjanya di Mapolda Sumbar, Rabu (19/8).

Dijelaskan Satake, pemeriksaan ini pemanggilan pertama terhadap Indra Catri. Sebelumnya, Martias Wanto, Sekda Agam yang tersangka dalam kasus yang sama juga tidak hadir dengan alasan dinas ke luar daerah.

Satake juga mengatakan akan menjadwalkan pemanggilan kedua terhadap para tersangka tersebut.

“Hingga yang ketiga juga tidak hadir, yang berikutnya bisa kita panggil paksa,” tukas Satake. (ioc)