Padang, inioke.com– Anggota DPRD Sumatera Barat Desrio Putra melanjutkan rangkaian reses masa sidang II di Kelurahan Koto Panjang, Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Sebelumnya, Jumat dan sabtu kemarin, Desrio Putra telah melaksanakan reses masa sidang II di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Lubuk Begalung.

“Ini merupakan rangkaian dari agenda reses masa sidang II di Kota Padang dengan tujuan menjemput aspirasi masyarakat di Kecamatan serta untuk mengetahui permasalahan yang ada di tengah tengah masyarakat untuk dicarikan solusinya,” Jelas Desrio Putra.

Kegiatan reses ini dihadiri oleh Syafrial Kani Ketua DPRD Kota Padang, Anggota DPRD kota Padang dari Fraksi Gerindra Manufer Putra firdaus, Hj Elly Thrisyanti dan Muzni Zein, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Camat Koto Tangah yang diwakili oleh Kasi Trantib Kecamatan Koto Tangah, Tokoh Masyarakat, Majelis Taklim, RT/RW dan Ketua LPM Kecamatan Koto Tangah.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat menyambut baik reses masa sidang II Anggota DPRD Sumatera Barat yang dilaksanakan oleh Desrio Putra.

Baca juga :  PPDB 2020, Desrio Putra : Gubernur dan Kadisdik Sumbar Harus Desak Mendikbud

“Diharapkan kepada masyarakat Kecamatan Koto Tangah agar dapat menyampaikan apapun aspirasinya dalam agenda reses ini, karena pada dasarnya reses ini bertujuan untuk menjemput aspirasi dan menemukan solusi dari permasalahan yang terjadi di lapangan,” jelas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat dalam sambutannya

Dalam dialognya Desrio Putra mencatat beberapa permasalahan dan kebutuhan dari masyarakat.

Persoalan di sektor pertanian yang disampaikan oleh masyarakat seperti Kota Padang dalam mengembangkan lahan sawah sangat kecil potensi nya karena merupakan daerah perkotaan. Sawah yang telah ada di Kota Padang untuk irigasinya masih sulit mendapatkan air kecuali di musim hujan.

Berdasarkan permasalahan di atas, masyarakat meminta dukungan kebutuhan untuk menunjang sektor pertanian di perkotaan. Seperti saluran irigasi yang lancar, pemberian pupuk dan bibit.

Harapan lain yang diminta oleh masyarakat adalah bagaimana nantinya pengembangan yang akan dilakukan pada sektor pertanian di daerah perkotaan.

Hal ini, tukas Desrio, akan menjadi catatan penting bagi kami untuk dicarikan solusi karena masyarakat Kecamatan Koto Tangah masih banyak bergerak di sektor pertanian. (Boy)

Baca juga :  74.920 Orang Kuota Kartu Prakerja untuk Sumbar