Payakumbuh, inioke.com–Klik & Coklit hari pertama di Kota Payakumbuh, Tim Supervisi & Monitoring KPU Sumbar mendatangi rumah artis Minang dan influencer, Kintani, Rabu (15/7). Tim yang dipimpin Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Sumbar, Gebril Daulai, ini disambut gadis manis bernama lengkap Kintani Putri Medya dengan hangat dan penuh kekeluargaan.

Petugas PPDP Kelurahan Tiakar, didamping PPK kec. Payakumbuh Timur dan PPS Kelurahan Tiakar melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih terhadap Kintani dan keluarganya. Setelah proses coklit selesai, Petugas PPDP memasang stiker di depan rumah Kintani sebagai tanda telah didata sebagai pemilih.

Pelantun jingle Pilgub Sumbar “Alek Demokrasi” itu tidak lupa mengajak masyarakat untuk ikut menyukseskan pemilihan serentak 9 Desember 2020 nanti.

“Mari berpartisipasi dalam alek demokrasi 9 Desember nanti,” ajak Kintani.

Sebelumnya, Klik dan Coklit ini diumumkan keliling kampung dengan halo-halo atau pariwara oleh PPS dan PPDP. Kemudian, diimbau juga melalui toa masjid dan surau serta pemasangan spanduk di setiap kelurahan.

Baca juga :  Basuo jo Pemilih, Gerakan Coklit Serentak Pilkada Sumbar 2020 Dimulai

Sayangnya, pelaksanaan Klik Serentak tidak dapat dilakukan pada hari peluncuran tersebut, karena ada permasalahan dengan server KPU RI. Dimana, tautan resminya, http//:lindungihakpilih.kpu.go.id tidak bisa diakses.

“Seyogyanya diawal tahapan ini dilakukan klik serentak data pemilih melalui link resmi KPU RI. Namun karena ada masalah pada server KPU RI, dialihkan menjadi coklit terhadap beberapa orang perwakilan masyarakat,” ungkap Gebril.

Pencocokan dan penelitian data pemilih akan dilakukan oleh petugas dari rumah ke rumah dari tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus 2020. Kegiatan coklit dilakukan untuk memastikan akurasi, kelengkapan dan kemutakhiran data pemilih.

Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) mendatangi pemilih dari rumah ke rumah. Meminta pemilih menunjukkan KTP-el atau suket dan KK. Mencentang data pemilih bila cocok pada kolom keterangan formulir daftar pemilih atau form A.KWK.

Memperbaiki data pemilih bila tidak cocok, atau mencoret data pemilih yang tidak memenuhi syarat. Contohnya meninggal, ganda, di bawah umur, pindah domisili, tidak dikenal, TNI, Polri, hak pilih dicabut dan bukan WNI. Mencatat pemilih yang telah memenuhi syarat tetapi belum terdaftar. Dicatat sebagai pemilih baru di formulir A.A.KWK.

Baca juga :  Wujudkan Layanan Smart, Maju dan Akuntabel Pemko Padang Panjang MoU dengan BRI

“Kami berharap kepada masyarakat Sumatera Barat dapat menerima kehadiran petugas yang akan melakukan coklit. Mohon meluangkan waktunya agar petugas dapat melakukan coklit dengan sempurna,” jelas Gebril Daulai.

Kasubag Hupmas KPU Sumbar, Jumiati, yang ikut melihat langsung proses coklit di kediaman Kintani, menambahkan, agar masyarakat pemilih membantu mensosialisasikan klik dan coklit data pemilih ini. Dengan bantuan semua pihak, Jumiati berharap target partisipasi pemilih 77,50 persen dapat tercapai.

“Saya berharap semua komponen bisa membantu KPU untuk menyukseskan klik dan coklit serentak ini, agar semua pemilih bisa menyalurkan hak pilihnya pada 9 Desember nanti,” ujar Jumiati yang akrab disapa Amak ini. (ioc)