Padang, inioke.com–Kasus positif Covid-19 terus bertambah setiap harinya, para peneliti dan ilmuwan terus mempelajari virus corona dan gejala apa yang ditimbulkannya. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa virus corona menyebabkan gejala-gejala seperti batuk, demam, nyeri otot, kelelahan dan sesak napas. Ketika para peneliti sedang mempelajari lebih lanjut virus corona, laporan-laporan studi baru bermunculan yang mengungkapkan bahwa mungkin ada gejala-gejala baru seperti konjungtivitis, atau yang juga dikenal sebagai mata merah.

“Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, jaringan tipis jernih yang menutupi bagian putih bola mata dan melapisi bagian dalam kelopak mata. Gejala konjungtivitis termasuk kemerahan, gatal dan sobekan pada mata. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh alergi atau infeksi bakteri atau virus. Ini dapat menular karena menyebar melalui kontak melalui sekresi mata dari seseorang yang terinfeksi,” jelas dr Fitratul Ilahi, dalam livestreaming instagram @fkunandofficial, Rabu (6/5).

Dosen Ilmu Kesehatan Mata FK Unand itu menjelaskan, beberapa kasus di negara-negara yang sedang memerangi Covid-19. Dari hasil riset ditemukan gejala baru bagi yang positif Covid-19 yaitu mata merah.

Baca juga :  BPBD Kesbangpol Padang Panjang siap tindaklanjuti kerja sama BPBD se-Sumbar

“Kasus postif Covid-19 di Sumatera Barat belum ada saya mendengar ada laporan yang menyebutkan adanya gejala mata merah pada pasien,” katanya.

Ia menjelaskan, apabila mata merah dapat dikatakan sebagai salah satu gejala yang muncul akibat virus corona, berarti virus dapat menyebar jika seseorang menggosok mata yang terinfeksi. Kemudian menyentuh orang lain, atau selama pemeriksaan mata.

Perhimpunan Spesialis Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) cabang Sumatera Barat, selama pandemi covid membatasi pasien-pasien tidak emergency agar tidak melakukan operasi mata kecuali pasien tersebut harus segera dilakukan tindakan cepat untuk mencegah resiko yang fatal, seperti katarak yang akan berakibat kebutaan.

Kapan seseorang perlu melakukan pemeriksaan mata ketika masa covid?
Pertama, pasien yang mengalami mata kabur mendadak. Kedua, pasien karena disebabkan dari trauma tumpul dan trauma tajam. Trauma tumpul disebabkan mata terbentur benda-benda tumpul yang dapat mengakibatkan keburaman mata. Sedangkan trauma tajam disebabkan mata terkena benda-benda tajam. Ketiga, pasien glaukoma. Glaukoma adalah kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata. Meningkatnya tekanan bola mata ini terjadi akibat gangguan pada sistem aliran cairan mata. Seseorang yang menderita kondisi ini dapat merasakan gejala berupa gangguan penglihatan, nyeri pada mata, hingga sakit kepala. Keempat, pasien mata merah. Apabila ada muncul tanda-tanda dari salah satu dari empat tersebut segera periksanakan mata ke dokter spesialis.

Baca juga :  90 Kafilah MTQ Nasional dari Sumbar Jalani Pembekalan

“Virus Corona dapat menular melalui mata, sebagaimana yang kita ketahui bahwa penularan covid-19 dapat melalui batuk dan bersin dari seseorang yang positif. Pasien mata merah yag disebabkan virus corona memiliki gejala yang hampir sama dengan gejala mata merah biasa. Apabila ditemukan gejala mata merah yang diiringi gejala lainnya seperti sesak napas, batuk, tenggorokan nyeri, dan demam tinggi segera periksakan kepada Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat,” tutup dr muhammad Iqbal selaku moderator. (boy)