Padang, inioke.com–Anggota DPRD Sumbar, HM Nurnas menegaskan Pemprov Sumbar serta Pemkab/Pemko jangan setengah hati dalam melakukan tes swab terhadap pegawai, tokoh masyarakat, serta masyarakat di daerah masing-masing.

Disampaikan Nurnas, melalui tes swab ini bisa diketahui orang yang terpapar virus mematikan tersebut, sehingga bisa dilakukan pencegahan penyebaran melalui isolasi dan tindakan lainnya.  Disamping itu, ulasnya, jika dibiarkan seperti sekarang, bukan tidak mungkin, Sumbar  bisa berada dalam kondisi berbahaya.

“Untuk itu kita mendorong testing dan tracing ini dilakukan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota secara menyeluruh. Melalui testing dan tracing, virus ini bisa kita kendalikan bersama-sama. Perlu diketahui juga, tes swab itu tidak sakit dan tidak memiliki efek lain. Jadi tidak perlu takut untuk diswab. Selain itu juga bisa dilakukan gratis,” ungkap Politisi Partai Demokrat ini.

Kemudian, kata Nurnas, Pemerintah harus mengajak dan memberitahu masyarakat kalau swab bisa gratis atau tidak berbayar, sehingga masyarakat berminat dan mau dites swab.

Sebelumnya, Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi FKUA, dr Andani Eka Putra, menyampaikan positivity rate (PR) Covid-19 di Sumbar naik hingga 2-3 persen, walaupun masih di bawah standar WHO di angaka 5 persen. Jika angkanya terus meningkat maka Sumbar berada di zona bahaya yang berujung kematian, terutama tenaga kesehatan (nakes).

Baca juga :  Pasar Ditutup Sementara, Bupati Agam Apresiasi Pengurus Pasar Nagari

“Saat ini sedang terjadi adu cepat antara penyebaran dengan testing dan tracing. Jika testing dan tracing menang maka kita bisa atasi, jika kalah PR akan semakin naik. Peningkatan PR akan berkontribusi terhadap kematian. Semakin tinggi PR, kematian akan bertambah, tanpa tracing dan testing masif. Secara teori kita akan masuk zona bahaya, dimana PR akan naik lebih dari 15 persen, saat itu kematian nakes akan banyak terjadi,” ungkapnya, Selasa (18/8).

Andani menemukan beberapa kasus positif di area wisata dan hotel. Kedua tempat tersebut paling banyak dikunjungi orang luar Provinsi Sumbar yang menjadi sumber utama penyebaran saat ini.

“Saya imbau mari kita periksa secara berkala hotel dan area wisata. Jika tidak mau sebaiknya lockdown saja daerah tersebut. Kita harus tegas dalam hal ini,” tegas Andani.

Ia juga meminta pemerintah melakukan aksi nyata, semua orang yang datang dari luar provinsi harus diswab, termasuk orang Sumbar sendiri. (ioc)