Oleh Muhammad Taufik

Jangan biarkan hidup selalu serius dan tegang. Humor penting dalam situasi apapun, seperti dalam situasi bencana wabah Corona yang sampai hari ini sudah menjangkiti lebih kurang 5 orang masyarakat Sumatera Barat. Namun bukan berarti bahwa berhumor akan mengabaikan situasi yang dihadapi atau menghilangkan empati terhadap korban atau keluarga korban. Humor menjadi penting jika dikelola dengan benar, baik dan terbatas sebagai salah satu obat dalam menghadapi setiap bencana.

Perhari 27 Maret 2020 lima pasien positif terinveksi Covid 19 begitu yang disampaikan oleh Gubenur Sumatera Barat petang kemaren. Situasi ini sesungguhnya akan mengeskalasi ketakutan dan kekuatiran masyarakat Sumatera Barat. Kondisi ini diprediksi akan meningkat di hari-hari selanjutnya karena 22 orang sedang menunggu hasil pemeriksaan speciment. Secara psikologis gelombang ketakutan akan terus berlipat dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Ini merupakan reaksi wajar dan alamiah. Sejalan dengan waktu masyarakat akan menyesuaikan dengan keadaan yang ada.

Ditengah gejolak wabah covid 19 ini, kita masih disuguhkan dengan pelbagai cerita, gambar, meme dan karikatur yang mencairkan suasana kebatinan yang terus dirundung kecemasan dan ketakutan akhir-akhir ini. Humor menjadi salah satu jalan pereda dalam kenyerian dan kekuatiran diri dalam menghadapi cobaan ini. Ada banyak cerita, video lucu yang membuat para pembaca atau penonton ketawa dan senyum.

Baca juga :  Buku-Buku Resep Arabia Abad Pertengahan: Membangkitkan Cita Rasa Sejarah

Humor menjadi penting dalam situasi ini karena menurut Rod A Martin, humor sebagai suatu penjelasan terhadap serangkaian fenomena yang terkait dengan mencipta, mempersepsi dan menikmati sesuatu yang menggelikan atau lucu, sesuatu yang komikal, ide, situasi atau kejadi yang inkongruen (tidak sebangun dengan kejadian lazimnya). Bagi banyak pakar humor mereka mengkatakan bahwa humor sebagai reaksi emosi yang membawa kesenangan dan kebahagian.

Seni humor, menurut Listya dalam risetnya, bertujuan untuk meringankan masyarakat dalam menjalani hidup atau dalam menghadapi musibah. Cuma masyarakat akan berbeda dalam cara mengungkapkan humornya sesuai dengan karakter daerah masing-masing. Salah satu contoh yang mengelitik adalah munculnya modifikasi dari andagium yang populer di Indonesia “untuk pertama kalinya didalam sejarah manusia bersatu kita mati, bercerai kita selamat”. Kutipan ini menjadi lucu ditengah situasi seperti sekarang karena apa yang dibuat diluar kelaziman atau sebagaimana seharusnya namun apa yang ditulis sesuatu yang logis-mengelikan. Ada juga gambar tapak tangan yang penuh dengan contekan dan kemudian dibumbuhi kata-kata “saking seringnya cuci tangan, semua contekan jaman SMA nongol lagi.

Kemudian ada juga yang lain memuat gambar seorang perempuan yang sangat gemuk dan membuat kutipan “efek dari takut keluar rumah karena virus corona, dirumah makan dan tidur melulu” . meme dan gambar itu membuat orang tersenyum meski kehidupan mereka dikelilingi dengan ancaman corona dan kematian.

Baca juga :  Mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang dan Istrinya Kena Corona

Humor dan kepekaan humor yang tinggi dapat membuat seseorang menjadi rilek, tidak tegang lagi sehingga seseorang bisa berkosentrasi menyelesaikan persoalan. Namun humor yang dimaksud bukan humor yang berkaitan dengan seks dan agresi. Selanjutnya dalam riset tersebut juga disebutkan bahwa humor memiliki fungsi diantaranya,  pertama untuk kesehatan fisik yaitu meningkatkan kekebalan tubuh (imun) yang bertugas memerangi sel virus yang menyerang tubuh. Kedua, kesejahteraan psikologis. Humor memunculkan emosi positif yang menyebabkan seseorang cenderung merasa ceria, penuh energi, kurang depresi, kurang cemas, mudah tersinggung dan kurang tegang. Ini sangat penting dalam suasana yang menimbulkan tinggak stress yang tinggi seperti bencana wabah Covid 19 sekarang.

Dalam Islam tentu humor dan candaan ini juga menjadi tema yang menarik. Nabi Muhamamd SAW memiliki selara humor juga, banyak riwayat yang menjelaskan itu, namun homor beliau adalah sesuatu yang benar .

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi,  ketika sahabat bertanya sesungguhnya engkau telah mencandai kami, Rasullah menjawab “sesungguhnya tidaklah aku berbicara, kecuali yang benar”. Syaiddah Aisyah RA menjelaskan bahwa Rasulullah pernah bercanda dan beliau bersabada “sesungguhnya Allah tidak menghukum orang humoris yang benar dalam humornya. Hal sama juga disampaikan oleh Abu Sufyan Bin Uyainah bahwa bahwa canda itu bukanlah perbuatan tercela bahkan itu adalah sunnah  bagi yang dapat mengondisikannya sesuai aturan atau sesuai dengan yang benar.  Hal ini akan lebih terang dalam kisah Nu’aiman bin Umar al-Anshari yang dikenal dengan sahabat nabi yang humoris, bahkan ketika suatu saat seorang sahabat mengadu kehadapan Rasulullah tentang Nu’aiman yang suka bercanda dan bersenda gurau, nabi Muhammad benjawabnya “dia akan masuk surga dalam keadaan tertawa”

Baca juga :  Nasrul Abit : Gerakan Pramuka Berperan Penting Membentuk Karakter dan Displin

Meski humor dan candaan adalah sesuatu yang wajar dalam batas tertentu, akan tetapi menyebarkan pesan humor, gambar lucu, meme, kutipan atau apapun yang diharapkan memancing tawa dan senyum seharusnya selalu disediakan sedikit ruang bagi pengupload untuk menimbang, berfikir dan memebaca situasi sebelum memutuskan untuk menyebarluaskan. (*)

Muhammad Taufik, Wakil Pemimpin Redaksi inoke.com