Padang, inioke.com–Jangan ada lagi keraguan dalam pelaksanaan ibadah dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebab, segala dalil dan hukumnya secara agama Islam sangat jelas dan tidak perlu dipertentangkan.

Ketua Dewan Masjid Sumbar, Profesor Duski Samad, mengatakan, Dewan Masjid telah mengeluarkan edaran untuk memastikan tempat ibadah di bulan Ramadhan tidak menjadi klaster Covid-19. Dari empat edaran yang disampaikan, mulai dari Kemenag, MUI Sumbar, Gubernur Sumbar dan Dewan Masjid, ada beberapa alasan yang memperbolehkan pelaksanaan ibadah Ramadan di masjid tahun ini. Alasan pertama, hajat untuk menjaga kesehatan dan hak beragama. Kedua aspek sosiologis, kalau tidak dibiarkan orang beribadah ke masjid, ada pembalikan kata dari masyarakat.

“Di lapau, di pasar, baralek, dan sebagainya dibiarkan saja. Sementara untuk beribadah dilarang-larang. Begitu kira-kira pembalikan dari masyarakat,” tutur Ketua MUI Kota Padang ini.

Kemudian, ketiga, situasi sosial keumatan, jika tidak diberikan akan mengurangi nilai-nilai keagamaan yang akan berkontribusi pada penguatan imun masyarakat.

“Persoalan itu kita jawab dengan mengizinkan pelaksanaan ibadah Ramadan di masjid dengan protokol kesehatan seketat mungkin. Bahkan, kita mengatakan fardhu ‘ain atau wajib pakai masker,” ujarnya.

Baca juga :  MTQ Nasional Sumbar Rajut Semangat Moderasi Beragama

Selain itu, lanjutnya, tiap masjid, musalla, surau dan sebutan lainnya, harus menyiapkan petugas yang akan mengingatkan jamaah tidak bermasker, sakit, dan seterusnya.

“Keliru kalau ada orang mengatakan tidak sah shalat pakai masker. Dalam kondisi normal saja hukum tertingginya makruh. Maka dalam kondisi pandemi tentunya hukumnya menjadi boleh dan tidak masalah,” paparnya.

Begitu juga dalam menjaga jarak, secara hukum agama tidak ada masalah. Sebab, dalam situasi normal saja hukumnya hanya kesempurnaan shalat.

“Sedangkan soal tikar, bagi masjid yang jamaahnya jelas orang disekitarnya boleh pakai tikar masjid. Tapi bagi masjid yang di pinggir jalan raya, yang mobilitasnya tinggi, tikar lebih baik digulung saja dan dibersihkan. Intinya, tahun ini ramadan sehat, ramadan berkah, ramadan bahagia,” pungkas Dusky Samad. (ioc)