Padang, inioke.com–Memasuki bulan Ramadan 1442 H, Menteri Agama telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri tahun 1442 H/2021 M. Surat Edaran yang mengatur pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idul Fitri di masa pandemi Covid-19 ini diperkuat Majelis Ulama (MUI) Sumbar melalui maklumat dan taushiyiah nomor 01 tahun 2021.

Dalam Surat Edaran Menteri Agama dan Maklumat MUI Sumbar itu ibadah Ramadan dibolehkan namun tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kita sudah bisa fokus beribadah di masjid selama Ramadan tahun ini, tapi tidak lupa protokol kesehatan atau prokes. Untuk memastikan pelaksanaan pokes ini, kita minta setiap masjid ada satgas yang dibentuk pengurusnya. Satgas ini bertugas mengawasi pelaksanaan prokes di masjid tersebut,” ungkap Ketua Tim Mitigasi Covid-19 IDI Sumbar, dr Elvera Susanti, dalam Focus Group Discussion (FGD) Konsolidasi Kebijakan dan Membangun Kesadaran Masyarakat dalam Pelaksanaan Ibadah di Bulan Ramadan 1442 H Masa Pandemi Covid-19, di Hotel Kyriad Bumiminang Padang, Sabtu (10/4).

Baca juga :  Masker Barendo Berbentuk Kutang Popular di Jepang

Selama Ramadan tahun ini, dokter Vera berharap pelaksanaan prokes di masjid dan musalla benar-benar diperhatikan. Sebagaimana yang diatur Menteri Agama, melaksanakan 3 M, mengurangi kapasitas masjid dan musalla hingga 50 persen untuk jaga jarak, ceramahnya tidak panjang cukup 15 menit saja, dan seterusnya.

“Sebagai tindakan preventif, vaksinasi tetap kita lakukan selama Ramadan. Karena sesuai fatwa MUI, vaksinasi saat Ramadan tidak membatalkan puasa,” ujar Ketua IDI Agam ini, dalam diskusi yang diantar pakar Hukum Kesehatan, Firdaus Diezo, tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Nahdhatul Ulama (NU) Sumbar, Suleman Tanjung, mengungkapkan, NU mendukung Surat Edaran Menteri Agama Nomor 03 Tahun 2021.

“NU tidak membuat edaran seperti tahun Ramadan tahun lalu. Kita mendukung dan melaksanakan SE Menteri Agama,” ujar Suleman Tanjung, yang juga Sekretaris MUI Sumbar.

Disampaikan Suleman Tanjung, Ramadan tahun lalu NU membuat edaran yang menyarankan ibadah di rumah masing-masing.

“Bahkan, tahun lalu kita sweaping masjid yang melaksanakan ibadah Ramadan. Covid-19 belum selesai, jadi jangan lengah menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Baca juga :  Mengingat Cucu dan Suami Lumpuh di Rumah, Motivasi Sun Sembuh dari COVID-19 di Wuhan

Kemudian, Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus, menekankan pelaksanaan ibadah Ramadan di masa pandemi Covid-19, harus dengan contoh langsung di masyarakat. Karena sosialisasi saja tidak mujarab bagi masyarakat.

“Sampai hari ini saja masih ada masyarakat yang tidak percaya Covid-19. Belum lagi berita dan informasi hoaks yang beredar terkait covid-19 ini yang meracuni pikiran masyarakat,” ujarnya. (ioc)