Jurnalisme Warga – Januar E. Darwis

 

Kreatifitas pemuda Padangpanjang tiada henti-hentinya membuat decak kagum masyarakat sekitarnya.

Hal itu dibuktikan dengan kehadiran Iffit Healthy House Cafe. Cafe kecil yang berada di Kampung Tanjuang, Kelurahan Gantiang ini menyuguhkan tampilan kafe tidak biasanya.

Iffit Healthy House Cafe menampilkan
gaya kafe yang berbeda dengan cafe-cafe pada umumnya. Ada perpaduan antara modernitas dan tradisional.

Iffit Healthy Hosue, hadir sebagai sebuah bentuk penyadaran terhadap generasi milenial akan pentingnya merawat tradisi Minangkabau melalui kesenian tradisional.

Sabtu, 29 Agustus 2020 Iffit Healthy House mengadakan malam Kenangan dengan tema Iffit Healthy House Bergema dalam Merawat Tradisi.

Adapun pengisi acara anak muda kreatif yang bergelut di dunia kesenian tradisi, Shadiq sang gitaris dan Caca sang vokalis. Lagu-lagu yang dibawakannya beragam dengan diiringi alat musik tradisional, seperti saluang, talempong.

Bagi penggelola kafe, Hengki beliau berharap dengan kehadiran kafe ini mampu menjadi filter bagi generasi muda yang saat ini sedang gila-gilaan dengan aplikasi Tik Tok.

Baca juga :  BPS Sumbar gandeng mahasisiswa tingkatkan partisipasi sensus daring

“Kita berharap kehadiran kafe ini benar-benar membawa angin segar bagi pecinta musik tradisional terkhusus kepada generasi muda kita. Sama dengan pemerintahan kota kita selaku pemuda juga sangat merasa khawatir dengan kehadiran aplikasi-aplikasi yang merusak generasi muda kita seperti Tik Tok,Mi cat dan lain-lain. Semoga pemerintahan mau sedikit melirik kegiatan kami yang membawa nuansa tradisional dengan konsep kafe ini,” katanya.

Kegiatan yang didukung penuh oleh Generasi Muda Mudi Tanjuang dan Area 55 Paintball ini akan terus dilakukan setiap minggunya. Tujuannya ingin mempromosikan kembali kebudayaan Minangkabau kepada kawula muda tidak hanya Padangpanjang tapi juga Batipuah dan X Koto.

Bagi Mulia Mitra Hadi, Vonder Area 55 Paintball kegiatan yang didukungnya ini adalah bentuk kreatifitas yang harus dirawat dan dijaga.

“Kita akan terus mendorong kegiatan yang sifatnya kebudayaan ini. Karena jika kita tidak merawat kebudayaan kita sendiri bukan tidak mungkin kebudayaan kita yang kaya dengan kebaikan ini akan menjadi kebudayaan yang tinggal kenangan saja,” Ungkap Mulia Mitra Hadi.

Baca juga :  Slavoj Žižek, Lima Tahap Wabah dan Cara Menuju Sosialisme

“Iffit bukanlah sebuah kafe yang berorientasi kepada kafe-kafe yang sifatnya kebarat-baratan, atau ke eropa-eropaan tapi iffit menjadi kafe dengan ciri khas keminangannya. Disini ciri khas menunya adalah Nasi goreng Sindaruih. Sindaruih merupakan masakan khas pemuda-pemudi Gunuang yang biasanya menghabiskan waktu malam minggu sambil ronda malam. Kami berharap dengan kehadiran kafe ini memicu semangat memiliki dan juga menyadari masyarakat kita untuk tetap memelihara dan menjaga tradisi kita.” Kata Topit selaku Ketua Generasi Muda Mudi Tanjuang.(*)