Padang, inioke.com–Sebaran Covid-19 memang belum sampai ke Sumbar. Tetapi bukan tidak mungkin, besok atau lusa, Sumbar ikut terpapar virus. Salah satu profesi yang paling rentan adalah profesi jurnalis. Dalam proses pencarian berita, jurnalis berinteraksi dengan hampir seluruh lapisan. Tidak ada yang bisa menjamin, dalam setiap interaksi itu, mereka terbebas dari Covid 19.

“Meminta kawan-kawan untuk tetap tinggal di rumah, tentu bukanlah hal yang pas, karena sebagian besar jurnalis atau wartawan di daerah, terutama jurnalis televisi, bukanlah karyawan. Pendapatan mereka selama ini mengandalkan honor dari setiap berita yang tayang di layar stasiun televisi masing-masing,” ungkap Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar, John Nedy Kambang didamping sekretaris, Nofal Wiska.

Untuk itu, lanjut John, IJTI Sumbar mengimbau, dalam beraktivitas para pekerja televisi agar meningkatkan kesiapsiagaan dan tetap berpedoman pada protokol kesehatan. Pemilik media diharapkan membekali jurnalisnya dengan peralatan yang memadai, guna menghindari terpapar virus.

“Saat wawancara, perhatikan jarak dengan narasumber. Hal ini untuk melindungi jurnalis sekaligus narasumber dari penyebaran corona. Serta, selalu membawa hand sanitizer atau sabun ketika beraktivitas,” imbaunya.

Baca juga :  Terkait Corona, Penerbangan Kuala Lumpur-Padang Dihentikan Sementara

Kemudian, lanjut John, kepada pihak-pihak terkait dan berhubungan dengan jurnalis, bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi. Misalnya, dengan melakukan teleconference, atau secara mandiri merekam sendiri dengan telpon genggam, baik audio maupun video, lalu membagikannya kepada awak media.

Begitu juga, dengan stasiun televisi lokal, dialog atau talkshow diharapkan tidak mengundang banyak orang. Saat wawancara di studio, pengarah program harus menerapkan social distancing.

“Tidak ada berita seharga nyawa. Apapun alasannya, keselamatan jauh lebih penting dari sebuah berita. Tidak ada gunanya berita bagus, kalau kita tak selamat,” tegas John mengingatkan teman-teman seprofesinya.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumbar, Khadafi Azwar, juga mengingatkan para pencari berita tersebut. Menurutnya, dalam bekerja meliput wabah virus ini sangat rentan terpapar. Untuk itu, penting bagi jurnalis atau wartawan memperhatikan keselamatan diri.

“Berita memang penting, tapi ada yang lebih penting yakni keselamatan. Kapan perlu jurnalis membekali diri dengan peralatan perlindungan diri minimal masker dan selalu menjaga jarak aman serta menghindari dari kerumunan, terus cuci tangan selalu. Kalau hanya konfirmasi berita, sebisa mungkin memanfaat teknologi, telepon atau chat narasumbernya,” ujar Khadafi.

Baca juga :  Pembangunan Pasar Pusat Padang Panjang Dilanjutkan

Khadafi tidak ingin rekan-rekan pewarta terpapar COVID-19, apalagi sampai ODP, PDP atau positif.

“Janganlah saya yakin kawan media memahami protokol kesehatan dan tetap safety nomor satu dalam bertugas,” pungkas Khadafi. (IO)