India dan Tiongkok telah sepakat untuk segera meninggalkan daerah yang menjadi sengketa di sepanjang perbatasan kedua negara tersebut.

Dua negara itu, Tiongkok yang diwakili oleh konselor negara Wang yi dan India oleh menteri luar negeri S. Jaishankar, bertemu pada Kamis (10/9) di Moskow (Rusia) dan sepakat untuk meredakan ketegangan. Dalam pernyataan bersama pada Jumat (11/9), menteri luar negeri kedua negara itu menyebutkan situasi terkini di area perbatasan bukan perhatian dari kedua belah pihak.

Terpisah dari pernyataan itu, Tiongkok menyebutkan mereka akan teteap berkomunikasi dengan India lewat jaringan militer dan diplomasi serta berkomitmen untuk “memulihkan keamanan dan ketenangan” di area sengketa perbatasan, tetapi tidak menyebutkan apa selanjutnya yang akan dilakukan. Selain itu Tiongkok menyebutkan kepada India bahwa sangat penting untuk segera menghentikan segala bentuk provokasi seperti penyerangan dan aksi berbahaya lainnya yang bisa merusak komitmen yang telah dibuat kedua belah pihak.

Tentara dari kedua negara itu juga sering terlibat bentrok di sepanjang perbatasan perbatasan, yang disebut dengan LAC (land of actual control). LAC adalah sebuah garis demarkasi longgar yang memisahkan wilayah India yang dikontrol India dengan Tiongkok yang membentang sepanjang 3.440 km.

Baca juga :  Seorang Anggota PPS Positif Covid-19, KPU Sijunjung Lakukan Tes Swab Massal

Kedua belah pihak saling tuding telah memasuki wilayah mereka dan bentrokan yang terjadi sering kali memakan korban jiwa. Pada awal minggu ini kedua pihak kembali saling tuding adanya tembakan ke udara di daerah sengketa. Kedua negara memang telah menyepakati, dan tetap menjalankan, protokol larangan adanya senjata api di wilayah tersebut. Pada Juni lalu, 20 orang tentara India tewas dalam bentrokan, dengan menggunakan tongkat dan pentungan, dengan pasukan Tiongkok di Galwan Valley. Media lokal mengatakan bahwa mereka “dipukul sampai mati”.

India dan Tiongkok sebelumnya telah sering berusaha untuk menelesaikan ketegangan sepanjang perbatasan mereka. Namun beberapa kali perundingan yang dilaksaksanakan gagal menemukan solusi. Meskipun terlibat dalam konflik perbatasan selama lebih dari tiga dekade, kedua negara itu hanya pernah terlibat dalam satu perang, pada 1962, dimana India mengalami kekalahan yang memalukan. (patra)