Situasi perbatasan India dan Tiongkok di Himalaya tengah memanas. Wilayah sengketa ini disebut sebagai LAC (land of actual control) adalah sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah yang dikuasai India dengan wilayah yang dikuasai Tiongkok di bekas wilayah Jammu dan Kashmir.

Dilansir dari Reuters, tentara dari kedua negara berkemah di Lembah Galwan di dataran tinggi Ladakh. Kedua belah pihak saling menuduh pelanggaran atas pelanggaran di wilayah yang dipersengketakan.

Al Jazeera melaporkan bentrokan itu masih bisa diselesaikan pada tingkat komandan setempat.

Dari informasi yang dihimpun oleh inioke, ketegangan ini mungkin dipicu oleh aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh India di sekitar LAC.

Pada 5 Mei, baku hantam pecah antara tentara India dan Tiongkok di Danu Pangong Tso di Wilayah Himalaya, Ladakh. Insiden ini berlanjut selama beberapa hari dan menyebabkan 11 orang tentara mengalami luka-luka di kedua belah pihak.

Tiga hari kemudian, bentrok antar kedua pihak ini kembali pecah di Natu La Pass di Sikkim setelah tentara India menghentikan patroli Tiongkok.
Reuters melaporkan bahwa sekitar 80 sampai 100 tenda digelar di wilayah Tiongkok dan sekitar 60 tenda di wilayah India. Dilansir dari Al Jazeera, menurut media lokal India, setidaknya terdapat 10.000 tentara Tiongkok memasang tenda mereka di wilayah yang diklaim India sebagai wilayahnya di Danau Pangong Tso, Lembah Galwan dan DemChok di Ladakh dan Nathu La in Sikkim.

Baca juga :  Corona Serang Harimau di New York

Pada 5 Mei, Panglima Tentara India, Jenderal Manojoj Mukund Naravane mengunjungi Leh, ibukota Ladakh untuk mengetahui situasinya. Namun belum ada pernyataan dari Kementerian Luar Negeri India mengenai masalah ini.

Kebuntuan ini terjadi akibat perebutan klaim atas wilayah ini dipicu oleh pembangunan jalur laut dan udara di wilayah itu oleh India. PM India, Narendra Mohdi berusaha untuk membangun jaringan dan menargetkan pada 2022, 66 jalan utama sepanjang perbatasan dengan Tiongkok telah dibangun.

“Hari ini, dengan jangkauan infrastruktur kami perlahan-lahan meluas ke daerah sepanjang LAC, meningkatkan persepsi bagi Tiongkok,” kata mantan sekretaris kementerian Luar Negeri India, Nirupama Rao kepada Reuters.

“Tiongkok berkomitmen untuk menjaga keamaan atas kedaulatan teritorial nasionalnya, seperti halnya menjaga keamanan dan stabilitas di perbatasan Tiongkok-India,” sebut juru bicara kantor Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Namun Outlookindia melaporkan bahwa Tiongkok bersiap untuk menempatkan tentaranya di dalam teritori India untuk mengklaim kemepemilikan terhadap lembah Galwan.

Konflik di perbatasan sepanjang 3.488 km antara Tiongkok dan India bukanlah hal yang baru. Tapi perbatasaan de fakto untuk wilayah ini masih tetap tenang meskipun ratusan bentrokan telah terjadi setiap tahunnya.

Baca juga :  KPU Sumbar Berharap Gugus Tugas Bantu APD untuk Verifikasi Faktual

India dan Tiongkok pernah terlibat peperangan yang dikenal dengan perang Sino-India pada 1962. Perang ini dimulai ketika Tiongkok menyerang India pada 20 Oktober 1962 dan berlangsung selama sebulan hingga November 1962 setelah Tiongkok mendeklarasikan gencatan senjata dan menghasilkan kekalahan bagi India. (pat/berbagai sumber)