India dan Tiongkok sepakat untuk menempuh jalan damai untuk membicarakan ketegangan perbatasan kedua negara itu, sebut Kementerian Luar Negeri India seperti dikutip Al Jazeera.

Pernyataan itu keluar pada Jumat (5/6), sehari setelah pimpinan militer tinggi kedua negara itu bertemu di dekat perbatasan yang dipertikaikan untuk mencari cara meredakan ketegangan, yang dimulai ketika India menuduh tentara Tiongkok memasuki wilayah mereka sebanyak tiga kali pada Mei sebut Al Jazeera.

Jajaran jenderal top India dan Tiongkok akan mengadakan pembicaraan tingkat tinggi di post Himalaya untuk meredakan ketegangan antara kedua negara itu. Sebelumnya, ribuan tentara telah dikerahkan baik oleh India maupun Tiongkok ke daerah perbatasan yang disengketakan.

Perwakilan India dipimpin oleh Letnan Jenderal Harinder Singh, komandan korps 14 Leh, sedangkan pihak China dipimpin oleh Komandan Distrik Militer Tibet. Beberapa pembicaraan di level komandan militer lokal tidak menemukan jalan keluar sejauh ini lapor NDTV News.

Konflik di Perbatasan India-Tiongkok meliputi 3.488 km sepanjang LAC (line of Actual Control). Tiongkok mengklaim daerah Arunachal Pradesh termasuk dalam Tibet bagian Selatan sementara India membantahnya.

Baca juga :  Jaminan Ketersediaan Pangan Saat PSBB

Wilayah ini telah lama menjadi sengketa. Namun, semenjak tahun 1975, tidak ada satu pelurupun yang ditembakan oleh kedua belah pihak di daerah itu.

Dikutip dari Al Jazeera, India menyebut fokus pertama dari pembicaraan itu adalah untuk menarik pasukan tambahan dan peralatan kedua negara ke posisi mereka sebelum bulan Mei.

Perundingan masih akan dilakukan, hasil pembicaraan diplomat senior kedua negara itu pada jumat menyebutkan, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menggaris bawahi kedua negara seharusnya tidak mengancam satu sama lain dan tidak membiarkan perbedaan membawa perselisihan sebut Outlook India.

Pembicaraan itu dilaksanakan melalui video conference antara Naveen Srivastava, Sekretaris bersama (East Asia) di kementerian Luar Negeri dan Wu Jian Hao, Director-General of the Asian Departemen di Kementerian Luar Negeri Tiongkok. Selama perundingan Wu dan Srivastava bertukar pikiran mengenai hubungan bilateral, situasi di tengah COVID-19 dan merayakan 20 tahun hubungan kedua negara itu, sebut press release Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Kedua pihak menyatakan sembari menunggu pemecahan masalah ini, perlu untuk menjaga keamanan dan ketenangan di wilayah perbatasan. (Haldi Patra)

Baca juga :  APD Pesanan BPBD Sumbar Lengkap, Akan Dibagikan melalui Dinas Kesehatan