Virus Coronabaru atau COVID-19 kini telah melampaui satu juta infeksi, seiring penyakit ini melonjak di Amerika Serikat. Demikian rilis Universitas Johns Hopkin kamis 2/4/2020, yang seutuhnya dikutip The Guardian.

Sebagaimana ditulis media tersebut, bahwa rumah sakit pendidikan di Eropa ini,  memberi peringatan keras, bahwa mereka akan kehabisan obat-obat penting untuk pasien perawatan intensif dalam waktu dua minggu ke depan.

Sepertinya, sebagaimana dalam rilis tersebut, negara-negara Eropa dan Amerika akan kewalahan dengan kebutuhan untuk penanganan pasien infeksi COVID-19. Karena, sekitar 22% dari total kasus global yang dilaporkan, terdapat  di Amerika Serikat. Sementara, Italia dan Spanyol masing-masing melaporkan 11%. Cina, tempat virus itu muncul pada Desember, justru lebih rendah, yaitu sekitar 8% dari total kasus global.

Menurut Ikatan Rumah Sakit Eropa, rumah sakit-rumah sakit di Eropa membutuhkan alat pelindung dan ventilator, juga obat-obatan untuk merawat pasien perawatan intensif. Dalam suratnya kepada pemerintah, bahwa stok pelemas otot, obat penenang dan penghilang rasa sakit dicemaskan akan habis dalam dua hari di rumah sakit rujukan utama (hardest hit hospital) dan dalam dua minggu di rumah sakit lain.

Baca juga :  Webinar Series : Membumikan Sosiologi dalam Pembelajaran di Sekolah

Dalam rilis itu juga, Amerika merupakan penyumbang hampir seperempat infeksi global yang dilaporkan. Donal Trump, Presiden Amerika Serikat, dikritik karena awalnya meremehkan keberadaan virus tersebut, namun setelah virus menjadi wabah yang mengerikan, Amerika sudah mulai melakukan upaya lebih beberapa hari terakhir. (Taufik)