Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Blog Post

Ini 21 desa wisata di Pariaman yang berkembang pesat menggunakan dana desa
Sejumlah anak mengelus kepala beruk di Sekolah Tinggi Ilmu Beruk di Desa Wista Apar di Pariaman. (Antara Sumbar/Aadiaat M.S)
OKE News

Ini 21 desa wisata di Pariaman yang berkembang pesat menggunakan dana desa 

Pariaman, inioke.com – Kota Pariaman, Sumatera Barat memiliki 21 desa wisata yang dibangun menggunakan dana desa dan pengembangannya disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing sehingga dapat menarik kunjungan wisatawan.

“Pembangunan desa wisata di Kota Pariaman dimulai semenjak 2019 dan dari 21 desa wisata itu ada beberapa yang berkembang baik,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Manusia dan Desa Kota Pariaman Efendi Jamal di Pariaman, Jumat.

Ia menyebutkan desa wisata yang berkembang baik itu seperti Desa Apar dan Desa Tungkal Selatan di Pariaman Utara, Desa Pasir Sunur di Kecamatan Pariaman Selatan, serta Desa Kampung Gadang di Kecamatan Pariaman Timur.

Karena desa wisata di Kota Pariaman dikembangkan sesuai dengan potensi daerah masing-masing maka desa wisata memiliki keunikan tersendiri.

Di antara keunikan desa wisata Apar yaitu memiliki Sekolah Tinggi Ilmu Beruk yaitu tempat berlatihnya beruk untuk memetik kelapa, lalu penangkaran penyu, dan trek mangrove.

Sedangkan Desa Tungkal Selatan memiliki sepeda gantung yang mendukung swafoto serta ditambah dengan lokasinya di persawahan warga sehingga mendukung agrowisata.

Baca juga :  Selamat Jalan Lord Didi...

Lalu Pasir Sunurmemanfaatkan sungai untuk fun tubing, sedangkan di Kampung Gadang yaitu kincir air serta fasilitas wisata lainnya.

Ia mengatakan untuk pembinaan di desa wisata dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman sehingga warga di desa itu ramah dan dapat melayani wisatawan dengan baik.

Saat ini dana desa dari pemerintah pusat untuk Kota Pariaman sekitar Rp49,5 miliar, dan ditambah dengan alokasi dana desa dari APBD Rp44 miliar sehingga masing-masing desa di daerah itu mendapatkan dana Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar pertahun.

“Dana desa tersebut meningkat Rp5 miliar dari tahun sebelumnya,” katanya.

Sebelumnya Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora mengimbau pemerintah desa di daerah itu untuk kreatif membangun desa wisata sehingga objek wisata yang dibangun memiliki keunikan tersendiri.

“Sekarang kan banyak desa di Pariaman yang membangun objek wisata dengan menggunakan dana desa, dan kami mengapresiasi itu,” kata dia di Pariaman.

Namun menurutnya masih ada hal lainnya yang harus diperhatikan dalam membangun objek wisata, salah satunya keunikan yang harus beda dengan yang lainnya.

Baca juga :  Wali kota Padangpanjang edukasi mahasiswa Ilmu Komunikasi Unidha

Dengan objek wisata memiliki keunikan maka wisatawan akan tertarik berkunjung ke desa tersebut untuk melihat objek wisata yang dibangun. (*)

Pewarta : Aadiaat MS
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *