Padang, inioke.com–Kata kunci dalam penerapan normal baru adalah disiplin semua pihak tanpa kecuali untuk mengikuti protokol kesehatan terkait COVID-19. Disiplin yang dimaksud dalam penerapan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak fisik dan sosial, serta membiasakan hidup bersih.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dalam Halal bi Halal dan Webinar dengan tema Siapkah Masyarakat Sumbar Menjalani New Normal diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand), kemarin.

Irwan mengatakan sampai saat ini belum ada kejelasan dari para pakar dan WHO kapan vaksin COVID-19 akan ditemukan dan setidaknya butuh waktu hingga dua tahun sehingga kehidupan masyarakat tidak mungkin terus menerus berada di rumah.

“Menunggu berhenti COVID-19 tidak mungkin, karena itu masuk ke normal baru adalah suatu keniscayaan,” katanya.

Normal baru atau tatanan baru merupakan pola kehidupan baru yang produktif sehingga masyarakat bisa menjalankan aktivitas sehari-hari mulai dari bekerja, sekolah, beribadah dengan menggunakan prinsip aman COVID-19. Sumbar termasuk daerah yang pertama melakukan normal baru karena pemerintah pusat baru sampai pada tahap pelonggaran PSBB. Syarat untuk bisa memasuki normal baru dari WHO berdasarkan peninjauan dari aspek epidemiologi, sistem kesehatan dan kesiapan masyarakat.

Baca juga :  550 Warga Binaan Lapas Muaro Padang Dapat Remisi Lebaran

“Secara epidemiologi, saat ini perkembangan COVID-19 di Sumbar sudah terkendali dan melandai. Dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar sudah berkurang, kecuali di Padang dan itu pun hanya di Pasar Raya, yang merupakan transmisi lokal. Di Sumbar sejak pemberlakuan PSBB tidak ada lagi kasus impor yang dibawa dari luar Sumbar,” ungkap Irwan.

Sementara itu, terkait sistem kesehatan, Irwan menyampaikan Sumbar memiliki tujuh rumah sakit rujukan, dua rumah sakit khusus COVID-19 dan labor untuk melakukan pemeriksaan sampel hingga APD yang lengkap.

Sedangkan untuk mendisiplinkan masyarakat, Pemprov Sumbar mempersiapkan Perda tentang kehidupan normal baru. Dalam Perda itu ada sanksi sehingga masyarakat akan lebih disiplin.

“Semua protokol juga sudah disiapkan mulai dari lingkungan pemerintahan, tempat ibadah, pasar, sekolah dan tempat wisata,” pungkas Irwan.

Rencananya, pemberlakuan normal baru akan dimulai besok (8/6) seiring berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III hari ini. (mdj)