Padang Panjang, inioke.com–Kehadiran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) tak jarang hanya sebagai gudang buku, sebab kurangnya kreativitas pengelola TBM untuk meramaikannya.

“Taman Bacan Masyarakat atau apapun namanya tanpa kreativitas dari si pengelola hanya akan jadi rumah buku yang dingin dan kaku. Oleh sebab itu TBM harus menjadi ruang kampanye membaca yang juga dirancang untuk menumbuhkan kreasi dan rekreasi,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang, Alvi Sena, dalam diskusi bersama pegiat TBM di TBM Bukit Berbunga Kelurahan Silaing Bawah Padang Panjang, Jumat (23/10).

TBM, lanjut Alvi Sena, jangan hanya menyediakan buku-buku untuk dibaca, tetapi juga harus melibatkan aktivitas yang melibatkan pengunjung hingga timbul berbagai macam kreasi dari pengelola dan pengunjung.

“TBM harus menjadi ruang kampanye membaca yang menanggalkan kesan bahwa ruang ini hanya bagi mereka si kutu buku, sebuah ruang penuh buku dendengan suasana yang harus selalu sunyi. TBM harus menjadi ruang kampanye membaca yang memberi efek hiburan bagi pengunjung di luar kegiatan membaca,” tuturnya.

Baca juga :  Tidak Ada Kepastian Pandemi Corona Berakhir, Nevi Zuairina Minta Efektifkan Regulasi BUMN Energi

Sementara itu, Ketua Forum Pegiat Literasi (FPL) Kota Padang Panjang, Muhammad Subhan, menyampaikan, pengelola TBM harus memiliki serangkaian program yang menarik supaya orang-orang mau datang. Program ini wajib dirancang dan disuguhkan kepada para pengunjung.

“Misalnya, kegiatan mendongeng. Melalui kegiatan ini besar kemungkinan akan banyak anak-anak terpancing untuk datang karena ingin mendengarkan dongeng. Dalam hal ini pengelola harus berpikir keras bagaimana agar dongeng yang disuguhkan menjadi dongeng yang menarik. Misal, selain isi dongeng yang dibawakan menarik, bantuan media boneka tangan adalah alternatif yang bisa membuat suguhan dongeng lebih menarik lagi,” paparnya.

Kemudian, imbuhnya, melalui kegiatan mendongeng, selain akan mampu mengasah kemampuan literasi dini anak-anak, si pendongeng juga bisa menyisipkan pesan moral dan tentunya ajak untuk rajin membaca. Program kreatif lainnya yang bisa disuguhkan di TBM adalah nonton film.

“Selain kegiatan ini juga akan menambah wawasan dan menghibur, juga bisa dijadikan media latihan menulis resensi. Di luar contoh di atas tentu masih terdapat segudang contoh lain kegiatan kreatif yang bisa diselenggarakan oleh TBM,” ujarnya.

Baca juga :  DPW PKB Sumbar Deklarasikan Dukungan terhadap Pasangan Faldo Maldini - Febby Dt Bangso

Melanjutkan yang disampaikan Subhan, Ketua Forum TBM Kota Padang Panjang, Yandri, menambahkan, program-program lain yang bisa diterapkan di TBM adalah membaca bersama, diskusi buku, belajar baca dan menulis puisi, belajar menggambar, mengisi dan mengkreasi mading, bermain musik, pelatihan menulis berita, belajar drama, berlajar memasak melalui resep dari buku, dan lain-lain.

“Melalui kegiatan kreatif, potensi untuk menarik perhatian masyarakat supaya datang ke TBM akan lebih terbuka dibandingkan hanya menjajakan buku di rak. Dengan kehadiran masyarakat ke TBM potensi untuk memapar mereka dengan pemahaman tentang pentingnya membaca terbuka lebar,” katanya.

“Mungkin, sebagian besar pengunjung, awalnya tertarik dengan kegiatan yang kita buat tanpa berniat untuk membaca buku. Namun lambat laun, beberapa orang atau mungkin sebagian besar bahkan semua pengunjung sangat berpotensi untuk mulai meraba buku, membukanya hingga larut menikmati buku,” pungkasnya.

Diskusi ini juga dihadiri pengurus Forum TBM Kota Panjang, Bunda Literasi Kelurahan Silaing Bawah dan undangan lainnya membahas tentang struktur, sarana prasarana, kreativitas TBM. (Fitria D Pratiwi/ioc)

Baca juga :  Masuk Kota Padang Tanpa Tanda Pengenal, Siap-siap Disuruh Putar Balik