Dua orang kandidat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Joe Biden, memiliki pandangan yang berbeda mengenai kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini di Amerika.

Presiden Donald Trump menyebut kekerasan adalah sebuah “teror domestik” dan mendorong penegakan “hukum dan ketertiban” —termasuk pemberian dana tambahan kepada polisi-polisi lokal, untuk menangani demonstran. Sedangkan Biden fokus menyasar ketidakadilan rasial dan menciptakan akuntabilitas di departemen kepolisian.

Sebelumnya, Jacob Blake, 29, seorang warga kulit hitam Amerika ditembak, sebanyak tujuh kali, ketika polisi berusaha untuk menangkapnya (25/8). Sampai kini, Blake masih dirawat di rumah sakit. Penembakan itu menimbulkan demonstrasi di kota tersebut dan menimbulkan korban jiwa. Dua orang tewas dan satu orang terluka dalam protes yang berakhir dengan kerusuhan pada Selasa malam (26/8).

Joe Biden mengunjungi lokasi kerusuhan di Kenosha, Wisconsin, pada Kamis (3/9) dan menyebutkan bahwa kekacauan yang terjadi belakang ini bisa membantu orang-orang Amerika melawan sistem rasial yang telah berlangsung berabad-abad di negara itu.

Dikutip dari Media lokal, Kenosha News, Joe Biden mengutuk aksi kekerasan dan penjarahan, tetapi ia juga menyebutkan protes yang sedang berlangsung oleh kelompok seperti Black Lives Matter adalah alasan untuk optimis bahwa perubahan sistem akan terjadi.

Baca juga :  Reses Masa Sidang II, Desrio Putra Jemput Aspirasi Masyarakat Kecamatan Kuranji

Dilansir dari AP news, Joe Biden memberikan pernyataan itu di Gereja Grace Lutheran di Kenosha, Wisconsin, setelah bertemu dengan tokoh masyarakat dan perbincangan privat dengan Blake dan keluarganya. “Kita akhirnya sampai ke titik dimana kita mengalamatkan pada “dosa asal” negara ini selama 400 tahun.. perbudakan dan segala sisanya.”
Kunjungan itu menjadi perjalanan pertama mantan wakil Presiden AS itu di Wisconsin sebagai  calon Presiden dari Partai Demokrat.
Ko
Hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Donald Trump beberapa hari sebelumnya. Saat kunjungannya, Trump tidak menyebut Blake dalam kunjungannya itu dan menolak adanya rasisme yang sistematis. Ia menawarkan dukungan kepada penegak hukum, menyalahkan kekerasan yang terjadi baru-baru ini sebagai “teror domestik”.
Paman dari Jacob Blake, Justin Blake kepada AP News, membandingkan kunjungan dari dua calon Presiden Amerika Serikat itu. “Trump tidak bertanya tentang keponakan saya. Trump tidak menyebutkan nama keponakan saya ketika ia di sini.”
Justin Blake menganggap Biden “lebih dari seorang pemersatu” dan memuji Demokrat karena membawa perubahan peradilan kriminal sebelum diminta. Tetapi Blake menyebutkan “kamu menahan kaki semua orang ke api. Tidak ada yang izin masuk gratis.” (patra)

Baca juga :  Safari Ramadan dan Tarawih Berjamaah di Masjid Ditiadakan Bulan Puasa Nanti