Padang, inioke.com–Jurusan Sosiologi FIS UNP lakukan kerjasama webinar series dengan Jurusan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Sumatera Barat, Sabtu (18/7).

Menurut Ketua Jurusan Sosiologi FIS UNP, Eka Vidya Putra, kegiatan webinar ini diinisiasi oleh Jurusan Sosiologi FIS UNP dan bekerjasama dengan Jurusan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Sumatera Barat dilakukan secara series yang berkelanjutan.

“Pada prinsipnya kegiatan webinar ini dijadikan sebagai wadah diskusi bagi guru-guru dalam membicara permasalahan pendidikan di Indonesia,” ujar Eka Vidya Putra.

Selanjutnya, kata Eka, diharapkan kedepannya sosiologi, baik di sekolah maupun di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), ada sebuah kerjasama pengembangan sosiologi dalam sebuah pengetahuan maupun dalam sebuah pembelajaran. Karena kedepannya sosiologi tidak dapat dipisahkan dari sebuah dinamika dalam masyarakat.

Sementara itu, dosen sosiologi UNP, Khairul Fahmi, mengatakan, mewabahnya pandemi Covid-19 di Sumatera Barat sejak Maret 2020, mengakibatkan kelumpuhan masyarakat dalam beraktivitas, karena diharuskan untuk tetap di rumah saja demi memutus mata rantai penyebaran. Dampak pandemi Covid-19 di bidang Pendidikan dirasakan betul oleh Guru dan siswa seperti Proses Belajar Mengajar yang biasanya dilakukan di ruang kelas, digantikan dengan proses belajar mengajar secara daring.

Baca juga :  Riza Falepi : Ini Bukan Masalah Politik, Tidak Perlulah Dewan Ikut Campur

“Menyambut Tahun Ajaran 2020/2021 kita mencoba menjemput kembali kendala-kendala yang ditemui ketika proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Hal ini dilakukan demi mencarikan strategi apa yang akan dilakukan untuk mentransfer pengetahuan sosiologi kepada siswa,” ungkap Khairul Fahmi.

Guru SMAN 3 Sijunjung, Hendra Wahyudi, memaparkan kendala-kendala yang ditemui oleh guru maupun siswa ketika melakukan PBM Daring, seperti sarana prasarana yang dimiliki oleh siswa baik gadget maupun kualitas jaringan di pelosok negeri.

“Proses belajar mengajar yang baru pertama kali dilakukan oleh guru secara daring itu mengakibatkan kendala bagaimana cara mengoperasikan aplikasi virtual tersebut. Lalu, media pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar daring,” papar Hendra.

Kendala lain, lanjutnya, yang juga dirasakan oleh guru ketika melakukan PBM secara daring adalah proses penilaian yang akan diberikan kepada siswa baik dari segi kognitif, afektif dan psikomotor, karena tidak dapat secara langsung.

Dalam webinar ini muncul berbagai tawaran menarik sebagai solusi yang disampaikan oleh para peserta dengan model pembelajaran yang dianggap efektif. Webinar ini akan dilanjutkan pada series berikutnya. (boy)

Baca juga :  Terkendala Internet, Belajar Daring di Siberut Tak Efektif