India mengalami serangan belalang terparah dalam tiga puluh tahun terakhir, ketika negara ini tidak berdaya akibat pandemi corona.

India Express menyebutkan pada 11-12 April lalu, ilmuwan dari Locust Warning Organization (LWO) mengamati sekelompok belalang di Sri Grananagar dan disrik Jaisalmer di Rajasthan, India.

Diketahui jenis serangga ini adalah belalang gurun –hama yang sama merusak ladang jagung, sorgum dan gandum di Afrika Timur. Hama ini berkembang biak di Pakistan dan terbang ke India, sebut Om Prakash dari LWO.

Pergerakan belalang (sumber Food and Agriculture Organization PBB)

FAO menyebutkan bahwa belalang padang pasir merupakan spesies belalang yang paling berbahaya karena kecepatan dan kemampuannya. Seekor belalang dewasa dapat terbang lebih dari 93 mil per jam. Belalang ini memakan berbagai jenis tanaman.

Selain itu mereka memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat. Dikutip dari India Times, wakil direktur K L Gurjar memperkirakan bahwa setiap 1 km persegi dapat menampung sekitar 40-80 juta serangga ini.  

Belalang ini biasanya sampai pada antara Juli-Oktober, tetapi serangga ini telah ditemukan di Rajasthan. India mungkin akan selamat dari bencana ini karena para petani belum memulai menanam tanaman mereka.

Baca juga :  Wali Kota Padang Serahkan Bantuan Beras dari ACT Sumbar

Pada saat India bertarung melawan COVID-19, kini mereka menghadapi kecemasan baru dengan potensi pertumbuhan dan dampak kehancurannya terhadap tanaman, lapor India Express.

Jadi saat ini tidak ada yang perlu dicemaskan dengan fenomena ini. Namun para ilmuwan mengkhawatirkan masalah waktu. Musim berkembang biak hama ini adalah Juli-Oktober.

Tapi tahun ini mereka telah melakukannya pada pertengahan April. Mereka menganggap apabila mereka berkembang biak dan membentuk kawanan untuk menyebabkan malapetaka pada musim panen, terutama di daerah Rajasthan.

Kawanan belalang ini berjumlah jutaan yang membentang hingga sejauh 6,5 km menyeberang dari Pakistan ke barat Rajasthan pada awal Mei dan telah memasuki Uttar Pradesh, Madhya Pradesh, Maharahtra dan Gujarat, Times melaporkan.

Sedangkan beberapa wilayah lain tengah waspada. Jhakrkand, mengingatkan kepada para petani pada minggu untuk bersiap menghadapi kawanan hama ini, kata P K Sannigrahi dilansir dari CNN.

Times melaporkan Wilayah Rajasthan teah melaksanakan langkah ini sejak 22 Mei. Sedangkan beberapa negara bagiannya mengingatkan para petani utnuk menggunakan suara keras untuk mengusir kawanan belalang ini. kawanan itu diperkirakan akan tetap ada setidaknya sampai beberapa minggu ke depan.

Baca juga :  Pemerintah Swedia Meminta Demonstrasi Secara Daring Selama Pandemi

Pemerintah menggunakan 100 traktor dan 20 mobil pemadam kebakaran di 11 distrik untuk menyemprotkan pestisida dan air, drone juga digunakan oleh pemerintah pusat di dua distrik di Rajasthan. Sekitar 70% belalang telah dimusnahkan. (Haldi Patra)