Padang, inioke.com–Tokoh adat, agama, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan emak-emak mendeklarasikan berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Sumatra Barat,  di Kota Padang, Kamis (27/8).

Disampaikan Koordinator acara deklarasi, Solsafat, KAMI Sumbar dibentuk sebagai gerakan moral dan intelektual, yang akan mengedepankan dialog, kajian, atau seminar yang membahas tentang isu sosial, hukum, budaya, dan sebagainya.

“Selain itu, KAMI Sumbar akan berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengadakan pelatihan, serta mendorong pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif untuk benar-benar peduli kepada masyarakat,” jelas Solsafat.

Menurut Solsafat,  ada 60 orang yang tercatat sebagai deklarator koalisi aksi di Sumbar, termasuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar Gusrizal Gazahar yang turut hadir. Rencananya, KAMI juga akan dibentuk di berbagai daerah di Sumbar.

Hadir dalam deklarasi KAMI Sumbar ini, pendiri KAMI, Din Syamsuddin, secara virtual. Seperti diketahui, KAMI didirikan Din bersama Gatot Nurmantyo, Ahmad Yani, dan tokoh nasional lainnya. Dideklarasikan sehari setelah peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ada 8 tuntutan yang disampaikan, di antaranya mendesak penyelengara negara untuk mengelola negara sesuai semangat Pembukaan UUD 1945, menuntut pemerintah bersungguh-sungguh menanggulangi pandemi Covid-19, dan menuntut pemerintah bertanggung jawab mengatasi resesi ekonomi.

Baca juga :  Mantan Marinis AS Paul Whelan Dipenjara di Rusia atas Tuduhan Mata-Mata

“Selamat atas pembentukan KAMI Sumbar. Kita satu ide untuk perubahan. Banyak sekali yang harus kita sikapi. Mungkin secara serentak. Tunggu saja komando dari Jakarta,” kata Din. [ioc]