Padang, inioke.com—Tradisi balimau menjadi penanda bagi masyarakat Sumbar saat memasuki bulan Ramadan. Namun, dalam masa pandemi virus corona ini, tradisi itu dilarang. Artinya, tidak ada mandi-mandi balimau sehari menjelang masuk bulan puasa, yang juga dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini ditegaskan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Hermanto, saat wawancara konferensi video yang difasilitasi IJTI Sumbar, Senin (20/4).

“Dalam aturan PSBB tersebut ada larangan bagi masyarakat untuk berkumpul-kumpul, ataupun wajib menjaga jarak. Aturan tersebut wajib dilakukan oleh masyarakat,” kata Toni.

Toni meminta pelaku wisata yang mengelola objek pemandian agar menutup sementara. Dengan ditutupnya tempat-tempat pemandian tersebut, masyarakat tidak lagi berkumpul. Dengan demikian, mata rantai penyebaran COVID-19 diputus.

“Saya tegaskan, ada isu yang menglobal seluruh dunia, keselamatan yang terpenting. Saya meminta menutup lokasi-lokasi yang dijadikan budaya tradisi balimau, untuk mengurangi sebaran-sebaran virus ini,” ujarnya.

Kemudian, Toni mengharapkan masyarakat Sumbar mematuhi aturan PSBB yang rencananya akan dimulai Rabu (22/4) nanti.

Baca juga :  Jokowi Resmi Larang Mudik Tahun Ini, Kemenhub Siapkan Sanksi untuk yang Madar

“Bagi pelanggar aturan PSBB ini, aparat kepolisian akan memberikan teguran sebanyak 3 kali, jika masih ada yang tidak mengindahkan akan diproses secara hukum,” tegasnya. (gyn)