Payakumbuh, inioke com–Insiden di pasar Payakumbuh, antara pedagang dengan petugas gabungan check point dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, hanya soal miskomunikasi. Persoalannya telah diselesaikan dan para pedagang meminta maaf atas kejadian tersebut, serta mau menjalankan skenario yang dibuat Gugus Tugas.

“Miskomunikasinya adalah kita dari Gugus Tugas ingin menertibkan bahwa di pasar kanopi itu tidak boleh ada parkir. Makanya kita batasi. Di sini dikasih pembatas besi, di sana dikasih pembatas besi, yang tidak boleh hanya parkir. Ada salah satu petugas yang melarang pedagang mau jualan. Akhirnya pedagang kaki lima ini mengajak pedagang yang lain untuk mengangkat besi pembatas. Jadi miskomunikasi awalnya,” kata Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan, Jumat, malam, usai meninjau langsung ke lokasi kejadian, bersama Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi, dan Wawako, Erwin Yunaz, serta Dandim.

AKBP Dony menjelaskan, pedagang bukan dilarang berjualan, tapi di pasar kanopi itu tidak ada lagi yang parkir agar tidak berdempet-dempetan. Selain itu, pedagang dan pengunjung bisa diarahkan melalui jalur check point yang telah disiapkan. Jadi, masuk ke pasar kanopi ini semua harus melalui check point untuk dicek suhu, cuci tangan, pakai masker, kemudian baru boleh lewat.

Baca juga :  Masuki Era New Normal, Pemko Bukittinggi Izinkan Shalat Berjamaah di Masjid

“Itu sistem yang kita mau bangun, supaya PSBB kita bermanfaat, tidak cuma di atas kertas doang,” ujar AKBP Dony.

Untuk parkir, katanya, kendaraan roda dua bisa disepanjang Jalan Sudirman, sedangkan mobil parkir di seberangnya. Parkir ini dikelola oleh juru parkir.

Sementara itu, pedagang kuliner malam yang sempat cekcok dengan petugas meminta maaf dan mengakui hanya miskomunikasi saja. Ia bersama pedagang lainnya, sudah sepakat untuk mengikuti aturan dan arahan petugas. (iok)