Bukittinggi, inioke.com–Meski Pemerintah Kota Bukittinggi memutuskan mengakhiri PSBB dan akan menjalankan kehidupan new normal, bukan berarti semua aturan diperlonggar. Hanya beberapa aturan saja yang dilonggarkan, seperti membuka objek wisata dan mengizinkan shalat berjamaah di masjid. Sementara orang masuk ke Bukittinggi tetap diseleksi dengan ketat, terutama yang datang dari Kota Padang.

Pendatang atau pengendara yang datang dari daerah pandemi, tetap saja akan dipantau ketat meski pendatang itu sudah memakai masker dan suhu tubuhnya normal.

“Kita sudah tahu daerah mana di Sumbar yang paling tinggi kasusnya. Kita akan melakukan pemantauan lebih ketat demi mencegah penularan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Bukittinggi Melwizardi, kemarin.

Ia mengatakan, pendatang itu tetap diperiksa di posko check point, jika tak ada kebutuhan yang mendesak atau sangat penting di Bukittinggi maka akan disuruh kembali ke daerahnya.

“Namun jika itu memang mendesak, tentu harus ada alasan dan diperkuat dengan keterangan lainnya yang dibutuhkan,” katanya.

Untuk memperkecil kemungkinan masuknya pengendara dari arah Padang, Dishub akan menutup ruas jalan di Jambu Air, sehingga akses masuk hanya bisa lewat Aur Kuning.

Baca juga :  Pemerintah Swedia Meminta Demonstrasi Secara Daring Selama Pandemi

“Kita keluar dari PSBB jangan dikatakan semua diperlonggar, kita pantau ketat,” tegas Melwizardi.

Sebelumnya, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyebut, ia mengkhawatirkan pendatang asal Padang yang masuk ke Bukittinggi mengingat tingginya kasus di Ibu Kota provinsi itu.

Kendati demikian, ia tak sepenuhnya melarang namun akan menyeleksi warga dari Kota Padang tersebut.

DPRD Padang dukung kebijakan Pemko Bukittinggi

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang mendukung kebijakan Pemerintah Kota Bukittinggi, terkait kebijakan seleksi warga Kota Padang yang ingin masuk ke kota wisata itu.

Ketua Komisi III DPRD Padang, Azwar Siri mengatakan secara prinsip pihaknya mendukung kebijakan itu. Karena kalau dilihat dari prinsipnya mendukung pemutusan COVID-19. Namun, kata Azwar Siri, tentu kriterianya juga harus jelas sehingga tidak simpang siur bagi masyarakat.

Ia mengatakan selain kriteria yang jelas, sosialisasi ke masyarakat juga harus gencar dilakukan oleh pemerintah kota atau daerah.

“Sehingga masyarakat paham dan mengerti dengan hal ini agar tak memunculkan salah paham di tengah masyarakat nantinya,” jelasnya.

Baca juga :  Bertambah 1 Orang Lagi Positif Covid-19 di Padang Panjang

Azwar Siri juga meminta masyarakat agar mematuhi kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah selama masa pandemi ini.

“Hal ini juga untuk kebaikan dan kesehatan masyarakat dalam memutus COVID-19 ini, jadi mari kita ikuti aturan ini bersama-sama,” imbaunya. (mdj)