Padang, inioke.com–Keinginan untuk pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar semakin menguat. Para Bupati dan Wali Kota sepakat PSBB dilakukan di Sumbar untuk menanggulangi penyebaran virus corona atau COVID-19. Kesepakatan para Bupati dan Wali Kota ini segera diusulkan oleh Gubernur kepada Menteri Kesehatan RI.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, berencana hanya mengusulkan Kota Padang dan Bukittinggi untuk menerapkan PSBB. Namun, secara teknis penerapan PSBB akan sulit jika hanya dilakukan pada dua kota tersebut. Sebab, Kota Padang memiliki ketergantungan yang tinggi pada daerah lain di Sumbar.

“Jika pelaksanaan PSBB hanya di Kota Padang saja akan menyulitkan teknis pelaksanaannya di lapangan. Padang sangat tergantung dengan daerah lain seperti sayur-mayur, pangan dan lain- lainnya,” ungkap Irwan.

Walaupun begitu, lanjut Irwan, Pemprov akan mencoba mengusulkan PSBB tingkat provinsi. Namun jika tidak disetujui, maka langkah selanjutnya akan dilakukan pembatasan pergerakan orang sesuai pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

Baca juga :  Mahasiswa, Jurnalis dan Pemerintah Bagi Masker di Perbatasan Pasaman

Usulan PSBB untuk Provinsi Sumbar ini akan dikirimkan besok (16/4). Diprediksi keputusannya akan keluar dalam 3 hari ke depan.

“Kalau disetujui, kemungkinan minggu depan bisa jelas keputusannya,” kata Irwan.

Untuk persiapannya, pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan, Kepolisian, Dinas Perdagangan, dan seterusnya akan mengadakan rapat soal pasar, mall dan lain-lain. Melihat perkembangan kasus COVID-19 di Sumbar, Irwan optimis usulan ini akan diterima oleh Menteri Kesehatan. Salah satu yang bisa dipertimbangkan, menurut Irwan, tradisi merantau orang Minang. Ketika lebaran, perantau akan pulang, sehingga dikhawatirkan menambah jumlah orang positif COVID-19. (GYN)