Padang, inioke.com–Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat menetapkan YR sebagai tersangka kasus penggelapan infak Masjid Raya Sumbar.

“Penetapan tersangka ini merupakan hasil proses penyidikan pidana korupsi dugaan penyalahgunaan infak Madjid Raya Sumbar dengan tersangka berinisial YR,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati Sumbar, M Fatria, Jumat (19/6).

Fatria mengungkapkan, selain kasus tersebut, ada kasus lain yang menjerat tersangka terkait beberapa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Biro Mental dan Kesra Sumbar tahun 2019. Terhadap tersangka langsung dilakukan penahanan di di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Anak Air Padang.

“Penahanan ini berdasarkan pertimbangan subjektif dan objektif, sebelumnya sudah dilakukan rapid test terhadap YR dengan hasil non reaktif,” ujarnya.

Ia menyebutkan, alasan subjektif dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri dan mengulangi atau merusak barang bukti. Kemudian objektif sesuai pasal yang menjeratnya bagi ancaman pidana lima tahun, wajib menjalankan hukuman.

Diketahui, tersangka berinisial YR merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Provinsi Sumbar. YR sempat menjabat beberapa jabatan yakni bendahara Masjid Raya Sumbar , bendahara Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan bendahara di Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov.

Baca juga :  Panen Raya Sanagari Minangkabau, Gubernur Apresiasi Petani, TNI dan Polri

“Dalam kasus ini, kami mempercepat penangan perkaranya agar segera rampung. Sebab, kasus penggelapan infak Masjid Raya Sumbar sangat menarik perhatian masyarakat,” tuturnya. (ioc)