Amerika Serikat, inioke.com–Di tengah pandemi coronavirus ini, gelombang demonstrasi meletus di Amerika Serikat setelah kematian George Floyd (46), seorang warga kulit hitam AS oleh seorang polisi Darek Chauvin (44) ketika akan ditangkap pada Senin (25/5) lalu. Peristiwa ini dimulai dari sebuah laporan tentang cek palsu senilai 20 Dollar.

Cek itu digunakan oleh Floyd untuk membeli rokok di sebuah toko di Minneapolis, Minnesota. Menganggap bahwa cek yang digunakan oleh Floyd itu palsu, penjaga toko kemudian melaporkannya ke polisi. Polisi sampai ke tempat kejadian beberapa saat kemudian dan mencoba untuk menangkap Floyd.

Floyd melawan sehingga membuat petugas mengambil tindakan keras. Lehernya ditindih dengan lutut oleh Darek Chauvin dan ini dipercaya sebagai penyebab kematiannya karena kehabisan nafas. CNN melaporkan, menurut otoposi awal, Floyd berada dalam posisi itu selama 8 menit 46 detik. Kejadian ini sempat direkam oleh beberapa orang saksi mata. Ia sempat dilarikan ke Hannepin County Medical Center dengan ambulan namun diumumkan telah meninggal beberapa jam kemudian.

Baca juga :  Berbagai Media Dunia "Mengecam" Tindakan Amerika Setelah Kematian George Floyd 

Video ini menjadi viral di internet. CNN menyebutkan kejadian itu menyebabkan kemarahan masyarakat AS terhadap polisi yang membunuh orang-orang kulit hitam Amerika dan membuka luka lama tentang perbedaan ras di negara itu.

New York Times melaporkan sekitar 10.000 orang turun ke jalan di seluruh AS untuk menyampaikan kemarahan mereka karena kematian orang kulit hitam di tangan polisi. Tetapi protes yang awalnya damai itu berubah menjadi kericuhan, peghanncuran dan kekerasan sporadis di beberapa kota.

Dikutip dari Reuters, dari Los Angeles sampai Miami ke Chicago, pengunjuk rasa menyuarakan “I cant breathe” (saya tidak bisa bernafas) —teriakan Floyd ketika ia di ditindih oleh polisi. Di Minnesota, gelombang protes ini diikuti oleh aksi pembakaran dan penjarahan. Sejumlah mobil dibakar di Philadelphia. Penjarahan terjadi di berbagai toko di Los Angeles. Seroang polisi dirawat di rumah sakit di Richmond dan dilaporkan seorang tewas di Indianapolis, lapor New York Times.

Otoritas setempat menerapkan jam malam di beberapa area metro seperti Philadelphia, Cincinnati, Loisiville dan Portland. Tetapi hal ini tidak diindahkan oleh para demonstran. Polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet terhadap para demonstran lapor CNN.

Baca juga :  Sumbar Juara Umum MTQ Nasional, Hendri Septa Ikut Bangga dan Bersyukur

Ratusan tentara dari National Guard —satuan militer yang dapat dipanggil oleh Presiden atau gubernur negara bagian untuk menyelesaikan masalah domestik, dikerahkan untuk mengamankan situasi. MN (Minnessota) National Guard mengumumkan bahwa mereka memiliki lebih dari 4.100 personel dan angka ini bisa meningkat menjadi 10.800 personel untuk diterjunkan dalam cuitannya di akun twitter. (Haldi Patra)