Padang, inioke.com–Diguyur hujan deras sejak Kamis hingga Minggu, Kepulauan Mentawai dilanda banjir.

Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake, dalam wawancara online Minggu malam mengatakan, banjir merendam 10 desa di Kepualaun Siberut. Tercatat, 1844 Kepala Keluarga terpaksa harus mengungsi ke daerah ketinggian. Tempat pengungsian yang ada tidak berupa rumah, melainkan ladang.

“Pada Jumat pagi saya mendapat kabar dari Kepala Desa Pojakan di Pulau Siberut bahwa pemukiman masyarakat sudah terendam banjir.¬†Ternyata, tidak hanya daerah itu saja. Sembilan desa lainnya terendam bahkan sampai ke atap rumah warga. Terutama pemukiman masyarakat yang berada di pinggir sungai. Sementara pemukiman masyarakat yang agak tinggi tidak terlalu parah,” jelasnya.

Setelah mendapatkan kabar itu, Kortanius langsung mengeluarkan stok pangan yang berada di gudang Dinas Sosial untuk diberikan ke masyarakat yang terdampak.

“Kami memiliki stok pangan sebanyak 100 ton yang diberikan pemerintah provinsi. Kami berencana akan menyerahkan hari Jumat itu juga sebanyak tiga ton kepada masyarakat, Namun, cuaca tidak memungkinkan. Hujan kembali turun deras ditambah badai di lautan, membuat pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyalurkan bantuan,” ungkapnya.

Baca juga :  PSBB Sumbar Direncanakan Mulai 22 April Nanti

Hingga kemarin, bantuan yang sudah disediakan masih belum bisa tersalurkan karena keadaan cuaca yang masih belum bersahabat.

“Kami berencana besok (hari ini) akan menyerahkan bantuan sebanyak 19 ton beras dan obat-obatan untuk masyarakat. Mudah-mudahan cuaca mulai aman,” lanjutnya.

Sejumlah bantuan tersebut menurutnya sudah dikemas dan dimasukkan ke dalam dua unit kapal speed boat untuk diserahkan.

“Nanti seluruh bantuan akan kami drop ke kantor camat dan seluruh kepala desa sudah kami koordinasikan untuk menjemputnya,” lanjutnya.

Bantuan itu diperkirakan akan bisa bertahan selama satu pekan kedepan oleh masyarakat Kepulauan Mentawai yang terdampak banjir.

Menurutnya, keadaan banjir di Kepulauan Mentawai saat ini sudah mulai surut. Hanya tinggal tiga desa lainnya yang masih terendam banjir.

“Dari informasi terbaru, masih ada tiga desa yang terendam, yaitu Desa Monganpaola, Desa Melancan dan Desa Simatalu,” sambungnya.

Ia berharap bantuan kepada masyarakat dapat disalurkan secepatnya, agar tidak ada masyarakat yang kelaparan karena kondisi bencana saat ini. (oke)