Solok, inioke.com— Pasar Raya Solok akan ditutup selama dua hari, yaitu pada tanggal 2 dan 3 Mei akan datang. Hal ini merupakan antisipasi terhadap penyebaran corona virus di kota tersebut, menyusul adanya seorang warga yang tiba-tiba pingsan di tengah keramaian pasar. Dalam dua hari tersebut, akan melakukan desinfeksi secara menyeluruh oleh Tim Gugus Covid-19 Kota Solok.

Wali Kota Solok Zul Elfian, mengatakan kekhawatirannya terhadap penyebaran Covid-19, apalagi setelah diberlakukan PSBB, tingkat kepatuhan masyarakat masih rendah. Situasi pasar serta lalu lintas, katanya, masih hampir sama dengan sebelum diberlakukan PSBB. Bersamaan itu, dalam rapat evaluasi bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) terkait pelaksanaan PSBB, Kamis (30/4/2020) di Balaikota Solok, disepakati bahwa jalan lingkar pasar jelang penutupan pasar raya Solok ditutup sementara.

Untuk sementara, pemerintah daerah akan mengalihkan aktivitas jual beli pedagang di jalan lingkar pasar raya ke kawasan pasar rakyat yang ada di kawasan terminal Bareh Solok.

Diakaui Zul Elfian, walau telah sosialisasi secara masif dengan melibatkan berbagai unsur, baik TNI-POLRI maupun berbagai pihak terkait, namun kesadaran masyarakat masih rendah. “Mungkin, masih banyak masyarakat yang menganggap enteng karena kota Solok masih tergolong zona hijau,” sebutnya.

Baca juga :  Belasan Pedagang Terpapar COVID-19 di Pasar Raya Padang

Reinier, sebagai ketua gugus tugas PSBB,  mengatakan, dalam waktu tersisa dari jadwal pelaksanaan PSBB, pihaknya bersama-sama dengan seluruh unsur akan berupaya maksimal dalam mengajak masyarakat mengikuti anjuran yang telah dikeluarkan untuk pencegahan penyebaran COVID-19. Peran serta masyarakat katanya, sangat penting, betapa corona virus ini sangat berbahaya dan perlu pencegahan penyebaran secara bersama. (ks)