Jakarta, inioke.com–Komisi Informasi Sumatera Barat menyampaikan tembusan laporan knerja 2020 kepada Komisi Informasi Pusat, Jakarta, Rabu (31/3).

“Walau secara regulasi kita tidak berkewajiban untuk menyampaikan laporan kinerja KI Sumbar ke Komisi Informasi Pusat, tapi perlu kiranya kita tembusan laporan kinerja KI Sumbar ini sebagai bentuk pembuktian kerja kerja keterbukaan di ranah minang” ujar Wakil Ketua KI Sumbar, Arif Yumardi.

Kerja Komisi Informasi Sumatera Barat Selama tahun 2020 tertuang dalam buku laporan setebal 200 halaman.

“Laporan ini di susun sedemikian rupa, sehingga menggambarkan kerja Komisi Informasi Sumatera Barat tahun 2020 secara utuh,” tegas Komisioner Bidang Kelembagaan, Tanti Endang Lestari, yang menggawangi pembuatan laporan ini.

Tanti juga menjelaskan mulai dari persoalan kerja KI Sumbar di masa pandemi, monotoring evaluasi badan publik dan penyelesaian sengketa informasi serta serapan anggaran. Semua tertuang rinci dalam laporan rancak tersebut

“Persoalaan monev Badan Publik ada beberapa masukan ke KI Pusat dari KI Sumbar dan nanti ditindaklanjuti dalam bentuk surat,” ujar Tanti dan Arif bersamaan.

Baca juga :  Sumbar Butuh Investasi untuk Percepatan Pembangunan

KI Sumbar di sambut Wakil Ketua Komisi Informasi, Hendra J Kede, yang juga putra asli minangkabau.

“Kita mengapresiasi kerja KI Sumbar dalam melaksanakan tugasnya dan bangga dengan hasil yang dicapai walau di masa pandemi,” sambut Hendra.

Hendra juga menjelaskan kedepan ada penyempurnaan Peraturan Komisi Informasi terkait Standar Layanan Informasi Publik yang didalamnya juga menyangkut Keterbukaan dalam Pengadaan Barang dan Jasa.

“Insya Allah saya akan hadir di Painan dalam rangka Rakor PPID se Sumatera Barat untuk menjelaskan terkait itu,” tutup Hendra. (rilis)