“Kita pernah dengar, ada yang bilang jangan belanja ke Toko Ambassador, karena pemilik dan karyawannya ada yang positif Covid-19. Maka itu, sekarang kita sudah sembuh, dan kami ingin toko kami kembali baik namanya.

Begitu harapan Hj Napisah (62), pemilik Toko Ambassador Textile di Jalan Permindo Pasar Raya Padang. Napisah merupakan pasien pertama kluster Pasar Raya Padang. Selain ia, seorang karyawannya juga terinfeksi Covid-19 ketika itu.

Ia bersama anak-anaknya menjalani perawatan dan isolasi mandiri hingga akhirnya dinyatakan sembuh beberapa hari lalu.

“Alhamdulillah, kita sekeluarga sudah dinyatakan sembuh dan terakhir dua hari yang lalu mama saya Hj Napisah dinyatakan sembuh setelah melalui serangkaian tes PCR,” ujarĀ Ilham (29) salah seorang anggota keluarga yang tinggal di Jalan Sawahan Dalam 4 nomor 13, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur itu

Diceritakannya, awal mula ia dan keluarga dinyatakan positif Covid-19, berdasarkan tracing dari dinas kesehatan. Ilham tidak tertular dari pasien di rumah sakit, namun kemungkinan dari salah satu anggota keluarganya.

“Jadi, waktu kami melakukan screening terhadap semua residen di RSUP M Djamil, berawal dari sanalah. Dan ternyata dari semua residen hanya saya yang dinyatakan positif Covid-19 dan harus melakukan isolasi tepatnya sejak 28 Maret lalu,” ungkap Ilham, yang juga salah seorang dokter di RSUP M Djamil tersebut.

Baca juga :  #dirumahaja, Belajar dari Para Tahanan Rumah

Kemudian, sambung Ilham, pemeriksaan dilakukan kepada anggota keluarganya yang lain. Alhasil, 5 orang keluarganya termasuk sang ibu Hj Napisah dinyatakan positif Covid-19.

Setelah itu, mereka langsung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah, karena hanya termasuk positif ringan dan rata-rata dari kami termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG).

Selaku anak bungsu dari tiga bersaudara ia mengucapkan puji dan syukur terutama kepada Allah SWT yang telah memberikannya kesembuhan atas infeksi corona yang ditimpa sekeluarga.

“Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih dan memohon maaf kepada warga sekitar. Mungkin untuk upaya isolasi mandiri kami waktu itu sempat meresahkan warga, baik ada yang setuju atau pun sebaliknya. Tapi alhamdulillah, berkat ditengahi Ketua RT setempat dan kami diterima melakukan isolasi di rumah sesuai protokol kesehatan. Begitu juga untuk mendapatkan pemeriksaan-pemeriksaan yang dianjurkan oleh dokter selama masa isolasi,” ungkapnya.

Selain itu, Ilham juga mengucapkan terima kasih kepada RSUP M Djamil Padang, terutama dr Irvan Medison, yang telah merawat ia dan keluarganya secara intensif saat melakukan isolasi mandiri.

Senada dengan itu, Hj Napisah berharap ke depan nama baik tokonya kembali diperbaharui atau dipulihkan kepada publik.

Baca juga :  Demi Keselamatan Jamaah, Tidak Ada Naik Haji Tahun ini

“Kita pernah dengar ada yang bilang jangan belanja ke toko Ambassador karena pemiliknya dan karyawannya ada yang positif covid-19. Maka itu sekarang kita sudah sembuh, dan kami ingin toko kami kembali baik namanya. Insya Allah kami akan kembali membuka toko kalau sudah diizinkan pemerintah kota. Lebih kurang sudah dua bulan toko saya gak buka,” cetusnya.

Ketika pemilik dan karyawannya dinyatakan positif Covid-19, Toko Ambassador Textile sempat membuat buncah Kota Padang. Orang-orang mulai mereka-reka dirinya, kapan terakhir ke toko tersebut, bertemu dengan siapa saja di sana, dan sebagainya. Bahkan, yang paranoid melarang belanja di toko kain tersebut. Berbagai isu pun berkembang seputar toko tersebut. Namun, sejalan dengan masa pemulihan dalam isolasi mandiri, mereka berhasil mengalahkan Covid-19 dan dinyatakan sembuh sekeluarga yang terdiri dari 6 orang tersebut.

Kabar baik tersebut langsung ditanggapi Wali Kota Padang, Mahyeldi, dengan mengunjungi keluarga itu ke rumahnya di Sawahan. Ia atas nama Pemerintah Kota Padang bersyukur mengingat dari hari ke hari warga Kota Padang semakin banyak yang sehat dan pulih dari virus corona. Begitu juga kelurahan-kelurahan yang selama ini merah, kini diantaranya telah menjadi hijau.

“Alhamdulillah, kita bersyukur kali ini di Kelurahan Sawahan satu keluarga yang sebelumnya dinyatakan positif covid-19 kini telah sembuh dan sehat semua. Hal ini saya rasa, di samping berkat upaya keras dan keyakinan mereka untuk sembuh dari virus ini, tentu juga berkat dukungan dan dorongan semua pihak terutama masyarakat sekitar. Untuk itu, berarti hari ini Kelurahan Sawahan sudah berhasil kita hijaukan,” ucap Wako Mahyeldi sewaktu mengunjungi rumah keluarga pasien sembuh Covid-19 itu, Rabu (13/5).

Baca juga :  Fadly Amran : Belum Terdaftar sebagai Penerima Bansos Silakan ke Dinas Sosial

Dijelaskannya, Pemerintah Kota Padang menyatakan optimis untuk menjaga dan melindungi zona-zona yang putih (bebas Covid-19) di Kota Padang dari penyebaran Covid-19 dan sekaligus menghijaukan zona yang merah.

“Kita Gugus Tugas Covid-19 Kota Padang sudah mengobarkan semangat perang terhadap covid-19 ini. Maka itu, serangan nanti akan kita arahkan kepada daerah-daerah yang positif untuk kita hijaukan. Kemudian daerah yang putih atau belum kena akan kita lindungi,” tukasnya optimis.

Dengan upaya tersebut, ia berharap 29 Mei nanti Kota Padang dapat terbebas atau 0 (nol) kasus Covid-19.

“Semoga dengan bersama-sama dan semangat gotong royong kita dapat membasmi covid-19 ini secepatnya,” tukasnya, didampingi Camat Padang Timur Ances Kurniawan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid, Unsur Forkompimca Padang Timur, Kepala Puskesmas dan Lurah beserta RT/RW setempat. (gyn)