Padang, inioke.com–Memutus rantai penyebaran Covid-19 kluster Pasar Raya, Pemko Padang telah melakukan tes swab 1.617 orang.

“Jumlah yang sudah dites swab hingga saat ini klaster Pasar Raya 1.617 orang termasuk pedagang, pegawai pasar dan yang berkaitan dengan pedagang yang positif,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang , Andre Algamar, kemarin.

Dari 1.617 orang yang telah dites swab, 222 orang positif COVID-19. Andre menargetkan melakukan tes swab terhadap 2.000 pedagang yang ada di Pasar Raya Padang .

“Saat ini kami melakukan tes swab terhadap pedagang di pasar sandang-pangan, blok satu, blok dua dan blok tiga. Nanti akan terus bertambah,” lanjutnya.

Sebagai penanda pedagang telah melakukan tes swab, pihaknya memasang stiker agar masyarakat bisa mengetahui bahwa toko tersebut sudah aman.

“Untuk yang positif, langsung diisolasi di beberapa lokasi yang disediakan pemerintah provinsi. Ada juga yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” lanjutnya.

Ia mengatakan, banyaknya yang ditemukan positif COVID-19 di klaster Pasar Raya Padang karena kerja keras dari dinas terkait dalam melakukan tracking terhadap orang-orang yang kontak dengan pedagang yang positif.

Baca juga :  Buaya Muara Masuki Rumah Warga di Koto Lua

“Dengan banyaknya melakukan swab ini, kami bisa menemukan masyarakat yang positif COVID-19. Dengan begini, pemutusan mata rantai penyebaran untuk klaster Pasar Raya bisa kami tekan,” ulasnya.

Pengawasan diperketat

Selain itu, kata Andre, memasuki perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pengawasan di Pasar Raya Padang akan diperketat. Ia telah meminta penambahan personel dari kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melakukan penjagaan.

“Kami meminta sekitar 100 orang personel dari TNI dan Polri untuk melakukan pengawasan di daerah Pasar Raya Padang,” katanya.

Setiap pengunjung Pasar Raya Padang diwajibkan menggunakan masker saat memasuki lokasi pasar yang dijaga oleh petugas.

“Selain menggunakan masker, petugas juga akan mengimbau pengunjung pasar untuk melakukan social distancing¬†atau menjaga jarak,” lanjutnya.

Menurutnya, dengan begitu penularan virus COVID-19 di klaster Pasar Raya bisa ditekan. Sementara perekonomian akan tetap berjalan dengan baik.

“Jika ada masyarakat yang tidak menggunakan masker memasuki Pasar Raya Padang, nanti akan kami suruh membeli masker yang dijual oleh pedagang,” sambungnya.

Baca juga :  Ditreskrimsus Polda Sumbar Mulai Periksa Para Saksi terkait Laporan Amnasmen

Ia berharap masyarakat bisa memahami peraturan yang dibuat tersebut dan bisa mematuhinya, agar penyebaran virus COVID-19 bisa diputus. (mdj)