Padang, inioke.com–Kedaulatan pangan, bahkan kedaulatan ekonomi, dalam praktiknya akan memperkuat rumah tangga setiap warga negara dimana pun, di desa maupun di kota, bahkan dengan lahan yang luas maupun lahan yang sangat terbatas.

“Dengan berwiratani, maka tidak ada satupun pemuda yang harus menjadi pengangguran jika memiliki kerangka berpikir untuk selalu kreatif,” kata Dekan Fakultas Pertanian Unand sekaligus Pengawas Koperasi Mandiri dan Merdeka (KMDM), Munzir Busniah, dalam pelatihan daring wiratani melalui hidroponik dan aquaponik yang berorientasi ekspor, Rabu (22/7).

Pelatihan ini kerja sama KMDM dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas yang sudah diselenggarakan untuk ketiga kalinya. Membahas tentang ekspor produk pertanian ke berbagai negara, dipaparkan Asmun Ahmad Sjueib, yang berpengalaman dalam perekonomian dan pengembangan ekspor.

Asmun yang pernah menghabiskan waktunya sekitar lima tahun di Osaka Jepang menyampaikan bahwa pengembangan produk pertanian dengan kegiatan ekspor adalah keniscayaan yang harus dilaksanakan secara struktural dan sistemik melibatkan semua pihak untuk berkolaborasi.

Baca juga :  Nama Penerima Bantuan di Situjuah Batua Ditempel di Tempat Umum

Sedangkan untuk berwiratani hidroponik dan aquaponik menampilkan seorang wiratani muda atau petani milennial yang berlahan di belakang Gudang Pasar Rabu Tani atau PRT Coop Fresh Mart, Brian Permana. Dalam penampilan Brian yang langsung di lahan dan mempraktikkan pertanian hidroponik dan aquaponik itu, didampingi Dosen Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unand, Yudhistira Ardi Poetra,  juga salah seorang awak KMDM Broadcasting Network (KBN) yang berpengalaman sebagai reporter.

Brian menceritakan suka dukanya menjadi petani milennial, karena tekadnya untuk membebaskan diri dari buruh sebuah perusahaan swasta dan untuk menciptakan lumbung pangan mandiri.

“Berwiratani hidroponik dan aquaponik, saya mampu berkembang dari hobi sampai menjadi skala produksi. Semua itu tidak lepas dari kerja keras dan kerja cerdas yang pantang menyerah dan berkolaborasi dengan siapapun termasuk dengan PRT KMDM,” ujarnya.

Ketua KMDM, Virtuous Setyaka, menyampaikan PRT KMDM siap untuk menampung dan memasarkan semua produk para Wiratani Muda dan Petani Milennial baik dalam penciptaan pasar lokal, nasional, maupun internasional. Strategi KMDM selain dengan PRT yang memanfaatkan aplikasi online seperti pasarrabutani.com maupun Gudang PRT CFM, juga terus melakukan perekrutan Anggota KMDM yang tinggal di luar negeri sekaligus menjadi Duta KMDM seperti Erita Lubeek.

Baca juga :  Gugas COVID-19 Distribusikan 151 Ribu ADP ke Daerah

“Uni Ita yang seorang Diaspora Minang di Belanda tersebut juga membantu merekrut Calon Anggota sekaligus Duta KMDM di Australia dan di negara lainnya. Merekalah nantinya yang akan mempersiapkan pasar sekaligus menyambut produk pertanian dari Ranah Minang khususnya, dan Indonesia umumnya untuk dipasarkan di berbagai belahan dunia,” ungkap dosen Hubungan Internasional di FISIP Unand ini. (ioc)