Sijunjung, inioke.com–Nagari-nagari di Sumbar mulai bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat covid-19. Menata kehidupan dalam tatanan normal baru yang produktif dan aman covid-19 (TNBPAC) mulai dilaksanakan. Salah satunya Nagari Kumanis di Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sinjunjung.

Wali Nagari Kumanis, Sumiki Kamel Sutan Palembang, mengungkapkan, untuk penanggulangan dampak covid-19, dialokasikan dana desa sebesar Rp116 juta. Anggaran tersebut untuk penyediaan APD, masker, penyemprotan disinfektan dan operasional Posko Covid-19.

“Semua Bansos yang diberikan pemerintah telah disalurkan tanpa gaduh, termasuk BLT Dana Desa sebesar Rp245 juta untuk 136 Kepala Keluarga,” kata Sumiki Kamel.

Saat ini, lanjutnya, menyusun langkah strategis membangkitkan perekonomian masyarakat di masa new normal atau TNBPAC. Ada tiga langkah yaitu memaksimalkan Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) sebagai motor perbaikan ekonomi serta pendampingan UMKM, budidaya pinang hibrida untuk peningkatan ekonomi masyarakat, dan menyelesaikan kegiatan fisik melalui Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Nagari Kumanis ini mendapat pujian dan apresiasi dari Komisi I DPRD Sumbar. Apresiasi ini diberikan saat kunjungan kerja ke Nagari Kumanis bersama Dinas PMD Sumbar dan Korprov Pendamping Desa Wilayah Sumbar.

Baca juga :  Irwan Prayitno : Kata Kunci Penerapan Normal Baru adalah Disiplin Semua Pihak

Dalam kunjungan ini, Komisi I DPRD Sumbar terdiri dari, Ketua Komisi Syamsul Bahri (PDIP), Wakil Ketua Evi Yandri Rajo Budiman (Gerindra), Sekretaris HM Nurnas (Demokrat), Anggota Drs. Bakri Bakar (Nasdem), Zafri Deson (Golkar) dan Muhammad Ridwan (PKS). Kemudian didampingi, Kepala Dinas PMD Sumbar, Syafrizal Ucok, serta Korprov Pendamping Desa Feri Irawan, dan wakilnya Khairul Anwar.

Menurut Wakil Ketua Komisi Evi Yandri Rajo Budiman, dari beberapa kali kunjungan selama dua bulan ini, Nagari Kumanis dinilai lebih siap, mulai dari penanganan Covid-19, penyaluran BLT Dana Desa dan Bansos, serta langkah yang dilakukan pasca PSBB.

“Nagari lain perlu belajar ke Kumanis, karena penanganan Covid-19 dengan terukur dan pelaporan yang baik. Hasil akhirnya adalah tidak ada masyarakat Kumanis yang terpapar Covid-19, padahal perantau yang pulang mencapai 75 orang. Semua ditangani sesuai protokol kesehatan,” kata Evi Yandri Rajo Budiman, politisi Partai Gerindra ini.

Apresiasi juga disampaikan Anggota Komisi I DPRD Sumbar lainnya, Bakri Bakar. Katanya, Wali Nagari Kumanis mampu menjadi leader yang menjadi panutan masyarakat dalam penanganan wabah Covid-19.

Baca juga :  Songsong New Normal, Alumni SMA 2 Padang Siapkan Lorong Imun Nano

Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar HM Nurnas mengatakan, transparansi dan keberhasilan penanganan Covid-19 di Nagari Kumanis ini merupakan inspirasi di Kabupaten Sijunjung, dimana Bumnag langsung berperan membangkitkan perekonomian masyarakat pascacovid-19.

Kepala Dinas PMD Sumbar, Syafrizal Ucok, mengatakan, Kabupaten Sijunjung merupakan lima daerah pertama yang 100 persen menyalurkan BLT Dana Desa. Ini berkat kepiawaian Bupati dan Kadis PMN Sijunjung Khamsiardi.

“Sijunjung menyalurkan BLT Dana Desa sebesar Rp16 miliar untuk 9.240 Kepala Keluarga, tahap pertama April sudah tuntas,” kata Syafrizal Ucok. (ioc)