Padang, inioke–Kemandirian dan independensi prinsip yang harus dipegang teguh penyelenggara pemilu. Kalau ditemukan pelanggaran terhadap prinsip tersebut masyarakat berhak melaporkan.

“Kita independen dan mandiri, petugas kita tidak boleh berpihak pada pasangan manapun, jika ditemukan segera lapor, dan kita akan tindak,” ujar Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Sumbar, Izwaryani, usai pertemuan dengan tim penghubung (LO) bakal calon perseorangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Fakhrizal-Genius Umar. Konsultasi tim penghubung ini juga diikuti Kabag Hukum Teknis dan Hupmas, Aan Wuryanto, Kasubag Teknis dan Hupmas, Jumiati, serta staf sekretariat KPU Sumbar.

Tim penghubung bersama pendukung bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar dari jalur perseorangan ini mendatangi KPU Sumbar terkait dugaan adanya petugas verifikasi faktual yang mengarahkan jawaban pendukung Fakhrizal-Genius  ke nama lain. Kemudian diduga adanya blanko bodong yang ditandatangani pendukung Fakhrizal-Genius.

Terkait protes tersebut, Izwaryani menegaskan, jika terbukti, petugas yang bersangkutan akan diberi teguran dan sanksi.

“Kita tetap melakukan monitoring verifikasi faktual ini, jika ada  dirasa tidak benar, maka semua pihak punya hak untuk memberikan laporan, sehingga Pilkada bisa berjalan baik,” ujar pria yang akrab disapa Adiak ini.

Baca juga :  Izwaryani : Tidak Ada Pengaruhnya Lagi Lampiran BA.5.1 KWK Perseorangan Ditangguhkan

Disampaikan Izwaryani, KPU Sumbar telah melakukan verifikasi faktual hampir 70 persen berkas dukungan bakal calon perseorangan.

“Sejak tahapan pilkada dilanjutkan 2020 pada 29 Juni 2020 lalu hingga hari ini, verifikasi faktual berkas pasangan calon perseorangan itu hampir 70 persen sudah kami lakukan,” ujarnya.

Meski begitu, lanjut Izwaryani, terdapat tiga desa yang tidak  ada pendukung Fakhrizal-Genius. Yakni dua desa di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan satu desa di Kabupaten Padang Pariaman. (ioc)