Padang, inioke.com–KPU Sumbar mulai melakukan tahapan verifikasi faktual calon perseorangan. Ada 9 kabupaten/kota yang mulai melakukan verifikasi faktual, sejak kemarin juga hari ini (27/6).

Sembilan kabupaten/kota yang mulai verifikasi faktual yakni, Kota Solok, Padang Panjang, Payakumbuh, Sawahlunto, Pariaman, Bukittinggi, kabupaten Pasaman, Dharmasraya dan Padang Pariaman.

Sementara tahap awal kemarin (26/6), sebagian desa di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Sijunjung sudah diserahkan dokumen dukungan calon perseorangan ke PPS, untuk selanjutnya dilakukan pendataan sesuai dengan KTP dukungan, langsung kerumah-rumah yang bersangkutan.

Sementara untuk beberapa daerah lainnya baru akan mulai pada 28 dan 29 Juni 2020 mendatang, karena alasan masih melakukan rapid tes sesuai protokol kesehatan.

Daerah yang akan memulai pada tanggal 28 Juni, yakni, Kota Padang, Kabupaten Agam, Pasaman Barat, Limapuluh Kota dan Tanah Datar, karena sudah siap melakukan tes kesehatan, sesuai standirasisasi yang dikenakan pada penyelenggara.

Sementara itu pada tanggal 29 Juni, menyusul Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok dan Solok Selatan.

Ketua Divisi Teknis Izwaryani atau kerap dipanggil Adiak mengatakan, sesuai dengan jadwal dan batasan yang diberikan pada KPU Sumbar, maka segera dilakukan gerak cepat, dengan menyesuaikan aturan protokoler covid-19, sehingga tidak ada satu ketentuan pun terlanggar.

Baca juga :  PWI Sumbar Kurbankan 3 ekor Sapi dan 2 ekor Kambing

“Kita terus bergerak cepat sesuai dengan batas waktu yang diberikan berdasarkan tahapan, dengan tetap memperhatikan standar protokoler kesehatan covid-19, sehingga semua berjalan sesuai aturan yang ada,” tegas Izwaryani.

Ditambahkannya, semua yang terlibat dalam verifikasi faktual sudah dihubungi dan bergerak, sehingga bisa meminimalisir kekurangan, semua berjalan sesuai keinginan bersama.

“Kita ingin pilkada Sumbar berjalan dengan baik tanpa ada satu pun yang merasa dirugikan, karena itu kita lakukan sesuai aturan yang ada, selain meminimalisir resiko, juga bermanfaat untuk sehatnya demokrasi,” tegas Adiak lagi.

Sekaitan dengan verifikasi faktual ini,  Kasubag Humas KPU Sumbar, Jumiati, mengatakan, siap memberikan informasi pada masyarakat dan siapapun, sehingga lebih terbuka dan tidak ada lagi kecurigaan pada penyelenggara.

Jumiati juga mengatakan, jika ditugaskan oleh pimpinan untuk membantu melakukan verifikasi faktual, ia beserta staf akan selalu siap.

“Kita siap untuk mensukseskan pilkada dengan keterbukaan dan kita semua siap melaksanakan tugas yang diembankan pimpinan untuk suksesnya pilkada 9 Desember 2020,” tegas Jumiati yang kerap dipanggil Amak. (ioc/rilis)

Baca juga :  Mendagri Minta Pemerintah Daerah Segera Cairkan NPHD Pilkada 2020